Thursday , 23 October 2014
You are here: Home » TanyaSains » #TanyaSains: Kenapa Makin Tinggi Suatu Tempat, Suhu Udaranya Semakin Dingin?

#TanyaSains: Kenapa Makin Tinggi Suatu Tempat, Suhu Udaranya Semakin Dingin?

Dear SainsMe..

Saya penasaran, kenapa kalau ada di Jakarta udaranya panas banget, sedangkan kalau kita ada di puncak udaranya jadi luar biasa dingin? Dan kalau kita sedang mendaki gunung juga semakin mendekati puncaknya, udaranya semakin dingin, dan kita semakin sulit bernapas?

Tolong dijawab ya, soalnya saya penasaran banget. Thanks!

~~~

Jasper Kusnadi – kusnadi.jasp@hotmail.com

 

SainsMe – Hai Jasper, sepertinya kamu suka naik gunung ya.. Well, udara yang makin dingin di dataran yang tinggi sebenarnya dipengaruhi oleh tekanan udara di tempat tersebut. Nah, apa itu tekanan udara?

Coba bayangkan jika kamu ditimpa oleh dua temanmu yang berbadan sama besar. Pikirkan, siapa yang merasa paling sakit dan menanggung berat paling besar? Pasti orang yang ada di dasar tumpukan bukan? Dan yang paling ringan bebannya adalah orang yang berada di paling atas.

Sama halnya dengan udara. Udara juga memiliki berat dan punya kecenderungan untuk menekan udara di bawahnya. Akibatnya lokasi yang lebih rendah memiliki kerapatan molekul udara yang lebih tinggi. Intinya, molekul udara di dataran rendah menjadi lebih padat, sedangkan di dataran tinggi jadi lebih renggang.

 

Makin tinggi dari permukaan laut, suhu udara akan berubah-ubah.

Makin tinggi dari permukaan laut, suhu udara akan berubah-ubah.

 

Lalu apa hubungannya molekul udara dengan suhu yang dingin? Semua itu berkaitan dengan teori Gerak Brown (Browning Motion). Jadi ternyata molekul gas itu bergerak terus sepanjang waktu, menghasilkan energi kinetis (energi yang diperoleh karena gerakan). Dan seperti yang dijelaskan di atas, di dataran rendah molekulnya lebih padat daripada dataran tinggi.

Perumpamaannya, bayangkan sebuah ruangan dengan 10 orang yang terus bergerak. Pasti suatu saat menimbulkan tabrakan dan gesekan antar orang bukan? Nah di hukum fisika, gesekan dan tabrakan akan menimbulkan panas. Sekarang apa yang terjadi bila dengan ruangan yang sama kita tambah menjadi 100 orang, lalu 1000 orang. Pasti semakin padat orang yang ada di ruangan tersebut semakin banyak gesekan yang terjadi bukan? Begitu pula dengan molekul gas yang ada di sekitar kita.

Jadi mari kita tarik kesimpulannya: Semakin tinggi sebuah wilayah, tekanan udara makin kecil, energi kinetis makin kecil, gesekan antar molekul udara makin berkurang dan suhu juga makin kecil.

Semoga cukup menjawab pertanyaan ya, Jasper. Jadi tahu kan?

Penulis: Andika Kurniantoro

Sehari-hari bekerja sebagai tenaga IT dan content strategist. Gemar minum teh, menulis dan membaca novel.
Komentar
Scroll To Top