Ada Nama Dewa-Dewi Dibalik Nama-Nama Bulan

Mars, sang dewa perang yang namanya diabadikan sebagai nama salah satu bulan di kalender Masehi.
Mars, sang dewa perang yang namanya diabadikan sebagai nama salah satu bulan di kalender Masehi.

SainsMe – Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember. Ya, itulah 12 nama bulan yang digunakan dalam kalender masehi. Kalender masehi inilah yang saat ini digunakan secara internasional sebagai sistem penanggalan utama.

Ngomong-ngomong, pernahkah kamu penasaran mengapa bulan-bulan tersebut diberi nama demikian? Ternyata, pemberian nama tersebut tak lepas dari sejarah dan mitologi yang ada di Romawi pada zaman dahulu, lho.

Banyak nama bulan yang diberi nama dewa atau dewi dalam mitologi tersebut. Bulan Januari diambil dari nama Dewa Janus. Dewa Janus yang merupakan penjaga gerbang Roma dan digambarkan bermuka dua ini dianggap cocok untuk nama bulan pertama, karena melambangkan batas antara masa lalu (tahun sebelumnya) dan masa depan (tahun yang baru).

Bulan Maret diambil dari nama Dewa Mars, Dewa Perang. Dinamai demikian karena pada bulan ini umumnya perang dimulai kembali setelah berhenti selama musim dingin.  Nama Bulan April diambil Dewi Aprodhite, dan nama Bulan Mei diambil dari Dewi Maia.

Keduanya dinamai demikian karena bertepatan dengan musim semi. Aprodhite yang merupakan Dewi Kecantikan dinilai melambangkan keindahan bunga-bunga yang bermekaran saat itu, sementara Maia adalah Dewi Kesuburan yang juga melambangkan kesuburan tanaman di saat itu. Selanjutnya, nama bulan Juni juga diambil nama dewi, yaitu Dewi Juno.

Ada pula nama bulan yang diambil dari nama tradisi yang ada di Romawi saat itu. Nama bulan Februari, diambil dari kata Februa, yaitu upacara pembersihan yang ada pada kebudayaan Romawi. Upacara tersebut memang dilaksanakan pada bulan kedua ini.

Bulan Juli dan Agustus dinamai berdasarkan nama dua pemimpin terkenal Roma, Julius Caesar dan Kaisar Augustus. Nama Julius Caesar dijadikan nama bulan ketujuh karena ia memang lahir pada bulan itu. Sedangkan nama Augustus dijadikan nama bulan kedelapan karena banyak peristiwa yang terjadi padanya di bulan tersebut.

Lalu bagaimana dengan nama bulan September, Oktober, November, dan Desember? Nama bulan itu ternyata melambangkan urutan bulannya. September artinya bulan ketujuh, Oktober artinya bulan kedelapan, November artinya bulan kesembilan, dan Desember artinya bulan kesepuluh. Lho, tapi kok tidak pas dengan urutannya ya?

Ya, dahulu kalender masehi memang hanya memiliki 10 bulan. Dahulu, bulan September adalah bulan ketujuh, Oktober adalah bulan kedelapan, November adalah bulan kesembilan, dan Desember adalah bulan kesepuluh.

Tetapi kemudian penanggalan ini diubah menjadi 12 bulan dengan menambahkan bulan Januari dan Februari. Akibatnya, urutan bulan pun bergeser menjadi seperti sekarang ini. Meski demikian, nama September, Oktober, November, dan Desember tetap dipertahankan seperti semula.

Related Post

Karl Drais, Penemu Cikal Bakal Sepeda Kini pamor sepeda mulai naik kembali seiring dengan isu lingkungan hidup ya...
Sejarah Rokok Pada akhir abad ke-19, seorang pria bernama Haji Djamari dari Kudus ingin m...
Rahasia Tangan Kidal Orang-orang kidal juga kerap mendapat perlakuan diskriminasi di lingkungan ...
Sejarah Mozaik Pada zaman sekarang mozaik dapat dibentuk dari potongan-potongan kertas, ba...
Kisah Ole Kirk Christiansen dan Sejarah LEGO Siapa yang tidak tahu Lego? Mainan bergengsi ini diciptakan oleh seorang tu...
Begini Cara Kapal Selam Bisa Menyelam dan Mengapung Artikel ini mengajak kita berpikir lagi, bagaimana caranya kapal selam yang...
Inilah Fungsi Garis Hitam Putih Zebra Sebenarnya apa sih fungsi dari belang hitam putih zebra ini?