Berkenalan dengan Virus

Ilustrasi virus (Sumber: http://popsci.com)
Ilustrasi virus (Sumber: http://popsci.com)

SainsMe – Suatu pagi, saat baru saja bangun tidur kadang kita merasa tenggorokan sakit, kepala berat, meriang, dan badan demam. Kemudian ibu mengatakan bahwa kita kena flu. Bagaimana bisa? Oh rupanya kita terkena virus flu. Barangkali akibat tertular dari seseorang.

Oh, tunggu, virus? Apa itu? Dan bagaimana bisa berpindah dari satu orang ke orang lain? Nah ada baiknya kalian simak artikel ini.

Virus adalah mikroorganisme, atau mikroba, atau makhluk yang sangat kecil, bahkan jauh lebih kecil dibanding bakteri. Virus ini pertama kali diidentifikasi oleh seorang ahli agrikultur (tanaman) dari Jerman bernama Adolf Mayer, yang dimuat di jurnal ilmiahnya pada tahun 1886.

Saat itu mayer menemukan banyak tanaman tembakau yang terserang penyakit, yakni timbulnya bintik-bintik pada daun. Dan anehnya, penyakit ini bisa menular ke tembakau-tembakau lain yang sehat.

Mayer hanya menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh makhluk yang lebih kecil dari bakteri, namun ia sendiri belum tahu tentang virus. Istilah virus sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 1898 oleh seorang ilmuwan asal Belanda bernama Martinus Beijerinck.

Anatomi Virus (Sumber: askabiologist.org.uk)
Anatomi Virus (Sumber: askabiologist.org.uk)

Ada perdebatan di kalangan ilmuwan tentang status virus: apakah ia tergolong makhluk hidup atau tidak. Sebab virus ini memiliki DNA yang memuat semua karakteristik virus secara lengkap, yang memungkinkan ia bisa menurunkan sifat ke keturunannya.

Namun si virus ini juga tidak bisa berkembang biak secara mandiri seperti halnya bakteri, karena sebenarnya ia tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai sel. Berbeda dengan bakteri yang bisa membelah diri secara mandiri tanpa bantuan pihak lain.

Nah untuk membantu proses pembelahan diri virus, ia butuh menumpang pada sel makhluk hidup lain, seperti sel pada hewan, tumbuhan, atau manusia. Jika virus berada di luar sel hidup, atau dengan kata lain dia tidak menemukan sel makhluk hidup untuk ditinggali, maka ia akan mati.

Tentu saja masa hidup atau kemampuan bertahan hidup virus saat berada di di luar inang (inang adalah sel makhluk hidup tempat si virus bersarang dan berkembang biak) adalah sangat bervariasi tergantung jenis virus dan lingkungan.

Virus flu pada umumnya bisa bertahan hidup beberapa jam di suhu ruangan. Sedangkan virus HIV akan langsung mati seketika ia meninggalkan inang, atau saat terkena paparan sinar matahari.

Tapi ada kabar baik, bahwa tidak ada virus atau bakteri yang bisa bertahan hidup di lingkungan yang kering, atau dengan tingkat kelembaban di bawah 10 persen.

Jadi misal kita sedang naik bus, dan ada seorang penumpang yang sedang terkena flu. Kemudian ia bersin, dan menyemburkan jutaan virus flu ke udara, dan menempel di kursi, besi pegangan atau bahkan ke kulit kita.

Jika secara tidak sengaja terhirup dan masuk ke tubuh kita, maka virus flu tersebut besar kemungkinannya berkembang biak dan menjangkitkan penyakit flu kepada kita.

Nah sekarang coba lihat deh di sekitar rumah, bagian rumah mana yang kalian identifikasi sebagai tempat yang “menyenangkan” bagi virus atau bakteri untuk bertahan hidup? Ciri mudahnya adalah lembab dan terlindung dari sinar matahari.

Virus sendiri memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Bersifat aseluler, atau tidak memiliki sel.
  2. Virus berukuran super kecil, yakni berkisar antara 20 – 300 milimikron. Virus berukuran jauh lebih kecil dari bakteri, dan untuk melihatnya harus menggunakan mikroskop mikron dengan pembesaran minimal 50.000 kali.
  3. Virus hanya memiliki salah satu dari DNA atau RNA. Tidak pernah memiliki dua-duanya sekaligus.
  4. Pada umumnya virus berupa kristal dengan bentuk yang bermacam-macam. Kebanyakan virus berbentuk seperti kecebong dengan kepala oval dengan ekor silindris.
  5. Secara utuh, tubuh virus terdiri atas kepala, kulit atau selubung yang dinamakan kapsid, isi tubuh dan serabut ekor.
  6. Semua virus memiliki selubung, atau kulit yang terbentuk dari lapisan protein yang dinamakan kapsid.
  7. Virus hanya bisa berkembang biak jika sedang menempati sebuah sel makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan atau manusia.
  8. Virus tidak bisa membelah diri seperti bakteri.

Nah, sudah tahu kan? Jadi mulai sekarang ayo kita jaga kebersihan badan dan lingkungan, supaya tidak mudah dihinggapi virus dan bakteri. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah bepergian ke luar rumah, dari toilet, atau setelah menjenguk teman kita yang sedang sakit.

Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_virology
http://www.askabiologist.org.uk/answers/viewtopic.php?id=7323
http://www.popsci.com/tags/science

Related Post

Trombosit, Si Keping Pembeku Darah Saat kamu atau temanmu terkena demam berdarah, salah satu hal yang banyak d...
Menengok Berbagai Jenis Vaksin dan Cara Kerjanya Artikel ini membahas sekilas tentang vaksin, sebuah rekayasa manusia untuk ...
#TanyaSains: Benarkah Minum Es Bisa Bikin Pilek? Bener gak sih, minum minuman dingin atau air es menyebabkan pilek dan batuk...
Rahasia Pipi Bersemu Merah Orang di Pegunungan Ada yang suka jalan-jalan ke pegunungan? Coba deh, kalau pas jalan-jalan ke...
Autoimun, Kesalahan Sistem Imunitas Apa jadinya jika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sel tubuh yang n...
Pentingnya Sarapan di Pagi Hari Mungkin banyak orang akan memilih melewatkan sarapan dibandingkan makan sia...
Apa yang Seharusnya Dilakukan Ketika Badan Demam? Demam pada dasarnya bersifat baik, karena merupakan mekanisme alamiah tubuh...