Gas Rumah Kaca dan Panas yang Terperangkap di Atmosfer Bumi

SainsMe – Belakangan ini kita akrab dengan istilah global warming. Fenomena meningkatnya suhu di permukaan bumi ini memang akhir-akhir ini menjadi perhatian dari beberapa kalangan. Salah satu penyumbang peningkatan suhu ini adalah efek rumah kaca yang kebanyakan disebabkan oleh gas rumah kaca. Apakah itu?

Efek rumah kaca adalah terperangkapnya panas dari radiasi matahari di dalam bumi. Sedangkan gas rumah kaca sendiri adalah gas yang menyebabkan panas itu terperangkap di dalam bumi. Panas dari matahari yang diterima oleh bumi kita seharusnya dipantulkan kembali ke angkasa. Tetapi, adanya gas rumah kaca akan menghalangi sebagian panas tersebut kembali ke angkasa dan membuatnya terperangkap di atmosfer bumi.

Gas rumah kaca membuat panas terperangkap di atmosfer bumi!
Gas rumah kaca membuat panas terperangkap di atmosfer bumi!

Sebenarnya, sebagian besar gas rumah kaca adalah gas yang memang secara alamiah ada di atmosfer kita. Namun, karena perubahan perilaku manusia akhir-akhir ini, kadar gas tersebut meningkat sehingga membuat panas yang terperangkap di atmosfer juga lebih banyak lagi. Untuk itulah kita perlu mengatur pola konsumsi kita dalam beberapa hal karena secara tidak langsung dapat meningkatkan kadar gas rumah kaca di udara

Berikut ini adalah empat golongan gas rumah kaca yang ada di atmosfer kita:

1. Karbon dioksida

Karbon dioksida adalah gas rumah kaca alami yang paling banyak terdapat dalam atmosfer. Karbon dioksida meningkat seiring dengan bertambahnya pembakaran bahan bakar fosil, limbah, dan sebagainya. Penggunaan alat-alat listrik, transportasi, dan industri dinilai menjadi penyumbang terbesar meningkatnya karbon dioksida. Meski bisa diserap oleh tumbuhan melalui fotosintesis, karbondioksida di atmosfer masih cukup banyak.

2. Metana (CH4)

Gas metana adalah gas alami yang timbul akibat pembuatan bahan bakar fosil. Gas ini juga timbul dari limbah dan kotoran hewan ternak. Karena itulah gas ini banyak ditimbulkan oleh industri, pertanian, dan peternakan.

3. Dinitrogen oksida (N2O)

Gas alami ini juga ditimbulkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Gas ini juga dapat ditimbulkan dari penggunaan nitrogen yang berlebihan dalam pertanian (untuk pupuk sintetis) dan industry.

4. Gas-gas fluorin (HFC, PFC, SF6)

Gas-gas ini merupakan gas-gas buatan manusia. Meskipun ada di atmosfer dalam jumlah yang kecil, gas-gas ini memiliki dampak yang cukup besar bagi efek rumah kaca. HFC (Hydroflourocarbon) digunakan sebagai pengganti gas CFC yang dinilai dapat merusak ozon. PFC (Perflourocarbon) dihasilkan akibat pembuatan barang alumunium dan semikonduktor. Sedangkan SF (Sulfur heksaflorida) digunakan dalam berbagai peralatan transmisi tenaga listrik.

Related Post

Asal-Usul April Mop, Hari Iseng Sedunia Hampir semua orang mengetahui keberadaan April Mop. Tapi tak banyak yang me...
#TanyaSains: Apakah Benar di Luar Angkasa Sangat Dingin... Saya mau nanya, katanya kalau di luar angkasa (ruang hampa) itu dingin, bag...
Rahasia Merpati yang Selalu Pulang ke Rumahnya Merpati adalah salah satu jenis burung dengan kemampuan mengingat yang cuku...
Mengapa Meniup Makanan dan Minuman Panas bisa Membuatny... Bagi sebagian orang, meniup makanan atau minuman dinilai jorok atau tidak s...
Sekilas Tentang Abu Vulkanik Ketika gunung berapi erupsi, hujan abu vulkanik seringkali menjadi suatu ha...
Awal Mula Skala Celsius Di Indonesia, skala temperatur yang sering digunakan adalah Celsius. Kamu t...
Mengenal Sekilas Fungsi Satelit Satelit merupakan obyek buatan manusia yang mengorbit bumi dan mengumpulkan...