Hal-hal yang layak diketahui seputar galaksi Bima Sakti

Seberapa jauh pengetahuan kita tentang galaksi Bima Sakti? (Foto: Pixabay.com)

SainsMe – Tahukah kalian tentang galaksi? Mungkin kita sering memakai istilah “galaksi” dalam percakapan sehari-hari, tapi sepertinya tak banyak yang benar-benar memahami maknanya.

Sejauh yang bisa diteliti dan diukur dengan detail oleh manusia, terdapat tak kurang dari seratus miliar galaksi di alam semesta! Nah kembali lagi, apa itu galaksi?

Pengertian sederhana dari galaksi adalah, sekumpulan material luar angkasa yang terdiri dari bintang, gas, debu, dan benda langit lainnya terikat oleh sebuah sistem gravitasi yang sama.

Sistem tata surya kita, dengan matahari sebagai pusatnya, merupakan bagian dari sebuah galaksi yang diberi nama Bimasakti (atau Milky Way, dalam bahasa Inggris).

Galaksi Bimasakti, rumah kita

Seperti halnya banyak galaksi lain, Bimasakti berbentuk spiral, dengan dua lengan utama (major arms), dan dua lengan minor (minor arms). Perhatikan gambar ilustrasi di atas.

Lalu di mana letak tata surya kita?

Matahari dan planet-planet pengiringnya terdapat di salah satu lengan minor bernama Orion. Lengan (atau sabuk) Orion ini terletak di antara dua lengan utama yaitu lengan Perseus dan lengan Sagitarius.

Bimasakti terdiri dari miliaran bintang yang, banyak di antaranya, lebih besar dan lebih tua dari matahari kita. Diameter Bimasakti adalah 100.000 tahun cahaya dan tebalnya seribu tahun cahaya.

Di pusat galaksi ini dipercaya terdapat lubang hitam yang sangat masif, orang-orang menyebutnya dengan “supermassive black hole“.

Apakah galaksi bergerak? Jawabannya adalah iya. Semua galaksi bergerak, baik gerak memutar (spinning), ataupun gerak berjalan melintasi alam semesta. Dalam perjalannya ini diperkirakan galaksi Bimasakti akan menabrak galaksi tetangga terdekatnya bernama Andromeda.

Dengan menghitung jarak dan kecepatan laju galaksi, tabrakan besar itu diperkirakan akan terjadi empat miliar tahun yang akan datang.

Namun pada masa itu diperkirakan pula matahari telah mengalami evolusi dan membesar menjadi bintang merah raksasa (red giant). Hal ini tentu saja membuat Bumi sudah bukan lagi planet yang bisa ditinggali.

Info tambahan

Seberapa jauh satu tahun cahaya itu?

Satu tahun cahaya menunjukkan jarak yang bisa ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa dalam satu tahun.

Sebagai gambaran, satu detik cahaya itu 300.000 kilometer (ya, karena cepat rambat cahaya adalah 300.000 kilometer per detik).

Itu baru satu detik, sedangkan satu tahun terdiri dari 525.600 menit, yang berarti 31.536.000 detik.

Jadi berapa kilometer jarak yang ditempuh cahaya selama 31.536.000 detik? Tinggal dikalikan saja dengan 300.000. Hasilnya hampir 9,5 triliun kilometer!

Nah, sudah ada gambaran kan, 1 tahun cahaya adalah mendekati 9,5 triliun kilometer. Sekarang bayangkan berapa luasnya galaksi Bimasakti yang diameternya 100.000 tahun cahaya!

Related Post

Equinox, Saat Matahari Berada di Atas Khatulistiwa Equinox sendiri berasal dari bahasa latin yang artinya "malam yang sama pan...
Apa Sebab Mars Mendapat Julukan Planet Merah? Artikel ini membahas penyebab warna merah pada permukaan planet Mars.
Phobos dan Deimos, Para Pengiring Mars yang Paling Seti... Bumi kita memiliki bulan sebagai satelit alaminya. Satelit alami? Ya, sebua...
15 Februari, Asteroid Sebesar Lapangan Bola Melintasi B... Para ilmuwan NASA yakin bahwa asteroid yang diberi nama 2012 DA14 ini akan ...
Iran Mulai Luncurkan Kera ke Luar Angkasa! Tak lama lagi penelitian antariksa dan eksplorasi luar angkasa tak lagi men...
#TanyaSains: Benarkah Neil Armstrong Manusia Pertama di... Kisah pendaratan pertama manusia di bulan ini dimulai ketika roket Saturn V...
#TanyaSains: Berapa Berat Planet Bumi? Saya mau tanya, berapa sih beratnya planet bumi?