Mengenal dan Mengatasi Masuk Angin

masuk angin
“Aduh, badanku tidak enak. Sepertinya kena masuk angin!” (Gambar: pixabay.com)

SainsMe – “Aduh, perutku kembung nih… Sepertinya masuk angin deh!”

Masuk angin? Penyakit apa itu? Sepertinya hampir semua orang pernah mendengar istilah masuk angin, tapi harus diakui, sangat sulit untuk dijelaskan.

Percaya atau tidak, tidak ada satupun literatur atau penjelasan medis mengenai penyakit yang oleh masyarakat dikenal dengan nama masuk angin ini. Masalah gejala, jika kita ditanya, ternyata masing-masing orang akan menjawab berbeda-beda. Makin bingung kan?

Makin bingung lagi, percaya atau tidak fenomena masuk angin ini hanya ada di Indonesia. Wow!

Ada yang bilang bahwa gejala masuk angin itu adalah badan agak demam dan badan pegal-pegal. Ada juga yang mengatakan masuk angin itu gejalanya adalah muntah-muntah dan mencret. Dan sebagainya.

Namun jika ditarik kesimpulan, ada satu gejala yang rasanya disepakati oleh hampir semua orang, yakni perut kembung dan badan pegal-pegal. Iya kan?

Penyebabnya? Yang paling sering sih, gara-gara kita terpapar hawa dingin yang terus menerus, bisa karena memang cuaca yang dingin, kehujanan, ataupun terkena pendingin ruangan (AC) yang terlalu dingin.

Penyebab perut kembung dan badan pegal-pegal

Sekarang coba kita cari penjelasan tentang perut yang terasa kembung. Nah rupanya itu disebabkan oleh adanya gas atau udara yang terperangkap di lambung maupun usus besar. Lho kok bisa terperangkap?

Jadi kita tahu pencernaan dibantu oleh sebuah mekanisme khusus bernama gerak peristaltik, yang mendorong makanan untuk berjalan dari satu tahap metabolisme ke tahap selanjutnya. Nah, kondisi kedinginan, ditambah stres, terlambat makan dan kelelahan dipercaya bisa memperlambat proses peristaltik di usus.

Karena peristaltik melambat, maka banyak bahan makanan, termasuk gas, yang tertampung di saluran cerna. Penumpukan gas dan bahan makanan ini membuat kita merasakan perut penuh oleh gas, atau beberapa orang menyebutnya dengan “begah”.

Cuaca dinging juga membuat pembuluh darah kita menyempit. Ini dinamakan mekanisme vasoconstriction, dan sangat penting karena bisa menahan kalori agar tidak banyak terbuang dan kita tidak mengalami hipotermia, alias penurunan suhu tubuh.

Dampak buruk vasoconstriction adalah peredaran darah menjadi kurang lancar. Akibatnya hasil pencernaan, terutama asam laktat menumpuk pada otot. Dan hal ini yang membuat otot kita terasa pegal-pegal dan kaku.

Bagaimana mengatasi masuk angin?

Cara paling sederhana, dan wajib, adalah istirahat. Dan tentu saja mengahangatkan tubuh dengan selimut atau mengonsumsi makanan atau minuman hangat.

Sup ayam dipercaya menjadi obat masuk angin yang sangat mujarab, karena bisa menghangatkan badan dengan cepat dan mengembalikan gerak peristaltik usus. Selain itu bisa juga dicoba teh hangat dan jahe. Tapi bagi kalian yang memiliki riwayat penyakit maag, tentu harus hati-hati mengonsumsi jahe karena bisa merangsang asam lambung dan berakhir fatal.

Masuk angin biasanya sembuh dengan ditandai dengan bersendawa berulang kali, dan kentut. Hal ini menjadi pertanda bahwa gas di saluran cerna berhasil dikeluarkan.

Related Post

Black Death, Wabah Pembunuh di Eropa Pandemi mematikan ini membunuh hampir setengah populasi eropa dalam waktu y...
Mandi Malam Hari Bikin Rematik? Ah Kata Siapa Pernah dilarang orang tua mandi malam-malam karena katanya dapat menyebabka...
Masih Muda kok Rambutnya Sudah Putih, Sih? Zat yang bertanggung jawab untuk membuat rambut kita (orang Asia) berwarna ...
#TanyaSains: Mengapa Darah Berwarna Merah? Mau tanya dong. Mengapa ya, darah itu berwarna merah ?
Mengupas Mitos Sembilan Nyawa Kucing Pernah dengar mitos yang bilang bahwa kucing punya sembilan nyawa? Iya, kar...
Hasil Studi: Orang Kesepian Lebih Mudah Terserang Penya... Relawan dengan kehidupan sosial yang kurang baik memproduksi antibodi denga...
Apa Sebabnya Seseorang Mual dan Muntah? Semua orang pernah muntah, dari bayi hingga orang tua. Tapi tak banyak yang...