Mengenal Hutan Hujan Tropis, Si Jantung Dunia

Hutan hujan tropis, bagaimana bisa disebut sebagai jantung dunia?
Hutan hujan tropis, bagaimana bisa disebut sebagai jantung dunia?

SainsMe – Pasti pernah dengar kan kalau hutan Indonesia itu merupakan paru-paru dunia karena dapat menyumbangkan begitu banyak oksigen untuk keberlangsungan hidup penghuni bumi? Lain halnya dengan hutan hujan tropis yang dijuluki jantung dunia. Kira-kira kenapa bisa disebut jantung dunia ya? Apakah hutan hujan tropis dapat memompa darah bagi dunia layaknya jantung pada makhluk hidup?

Hutan hujan tropis selalu basah dan lembab. Hutan ini dapat ditemui di daerah sekitar khatulistiwa, yaitu pada 0-10ยบ ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan ini dapat ditemui di Asia, Afrika, Australia, Amerika selatan, Amerika tengah, dan Kepulauan Pasifik. Hutan hujan tropis memiliki banyak fungsi vital, di antaranya menyerap emisi karbondioksida berlebih dan menyuplai oksigen.

Selain itu, hutan hujan tropis merupakan rumah bagi banyak sekali spesies di dunia. Banyak spesies di dalam hutan hujan tropis yang belum diteliti. Para peneliti banyak melakukan bioprospecting di hutan hujan tropis, yaitu upaya pencarian tanaman yang dapat digunakan dalam makanan, kosmetik, maupun obat-obatan untuk dikomersialisasikan. National Cancer Institute (NCI) Amerika memperkirakan sekitar 70 persen obat kanker herbal berasal dari tanaman hutan hujan tropis. Sebuah senyawa Calanolide A yang berasal dari tanaman Calophyllum lanigerum ditemukan di hutan hujan tropis Borneo. Pada awalnya senyawa ini diperkirakan dapat menjadi obat kanker, ternyata justru dapat dikembangkan menjadi obat HIV/AIDS. Karena tanaman ini jumlahnya terbatas, maka senyawa ini mulai dikembangkan produksinya secara sintetis.

Hutan hujan tropis yang selalu lembab juga berperan dalam pengaturan tata air. Pohon-pohon di dalam hutan melepaskan air ke atmosfer melalui proses yang disebut transpirasi. Di daerah tropis, setiap pohon kanopi kira-kira dapat melepaskan 760 liter air setiap tahunnya. Kelembaban membantu pembentukan awan di atas hutan hujan tropis. Serasah di permukaan tanah juga mampu mengurangi penguapan air dari dalam tanah sehingga tanah tidak mengalami kekeringan. Serasah merupakan bahan organik mati yang terdapat pada permukaan tanah. Singkatnya, hutan hujan tropis ini memiliki banyak fungsi dan peran vital bagi kehidupan di dunia sehingga dijuluki sebagai jantung dunia.

Related Post

Yuk, Kurangi Risiko Kanker pada Daging Bakar! Daging bakar meningkatkan risiko kanker? Bisa jadi lho... Jadi harus berhat...
#TanyaSains: Mengapa Kadang Jantung Berdetak Lebih Cepa... SainsMe, mau nanya nih, kenapa ya kalau kita terkejut atau bertemu dengan s...
Asal-Usul April Mop, Hari Iseng Sedunia Hampir semua orang mengetahui keberadaan April Mop. Tapi tak banyak yang me...
Apakah ikan bisa bertahan hidup di darat? Apakah ikan bisa hidup di daratan tanpa air? Bukankah kita sebagai manusia ...
Darimana Datangnya Karat? Coba lihat kembali barang-barang besi milikmu yang sudah lama tidak terpaka...
Mengenal White Coffee di Berbagai Negara Ternyata di berbagai penjuru dunia, white coffee memiliki pengertian yang b...
Karbohidrat, Sumber Energi Utama Bagi Tubuh Sebagai orang Indonesia, makanan pokok kita adalah nasi. Selain itu kita ju...