Sejarah Rokok

February 11, 2013 Sejarah Rokok
cengkeh kering, bahan baku pembuatan rokok

cengkeh kering, bahan baku pembuatan rokok

Sains.Me – Saat ini kegiatan merokok adalah kebutuhan bagi sebagian orang. Namun dibalik kenikmatan “menghisap asap” tersebut terdapat bahaya bagi kesehatan kita lho. Memangnya bagaimana sih asal mula orang merokok?

Kegiatan yang melibatkan tembakau pertama kali dilakukan oleh suku Maya, Aztec dan Indian di benua yang sekarang kita kenal sebagai Amerika, sejak lebih dari seribu tahun sebelum masehi. Tradisi membakar dan mengunyah tembakau dilakukan sebagai bentuk

Suku Indian yang sedang merokok pipa

Suku Indian yang sedang merokok pipa

penghormatan dan simbol persaudaraan ketika beberapa suku berkumpul. Dan setelah kedatangan Columbus ke Amerika, tradisi merokok dengan membakar tembakau mulai dikenal di dataran Eropa. Namun rupanya seoarang diplomat asal Perancis bernama Jean Nicot lah yang memiliki andil paling besar dalam hal persebaran rokok di seluruh eropa. Bahkan kandungan utama di dalam rokok yakni nikotin juga diambil dari namanya (Nicot).

Rokok di Indonesia

Tidak ada yang menyangkal bahwa perkembangan rokok di Indonesia berawal dari cerita kretek dari kota Kudus, Jawa Tengah.

Pada akhir abad ke-19, seorang pria bernama Haji Djamari ingin membuat obat sakit asma dengan meracik cengkeh dan tembakau. Karena setelah rajin menghisap ramuan cengkeh ini sakitnya reda, akhirnya “rokok obat” ini menyebar cepat dengan cerita dari mulut ke mulut.

Lama kelamaan kebiasaan melinting rokok menjadi kegiatan kaum pria yang sangat populer. Dan karena meningkatnya permintaan, akhirnya rokok pun dijual dengan dibungkus klobot atau daun jagung kering. Dan karena ketika dihisap menghasilkan bunyi “kretek-kretek” akhirnya rokok cengkeh kreasi Djamari dinamakan rokok kretek. Model rokok jenis ini bertahan hingga Djamari meninggal pada tahun 1890.

Sepuluh tahun kemudian industri rokok kretek dikerjakan dengan serius dan profesional oleh Nitisemo dengan membuka pabrik rokok kretek pertama di Kudus pada tahun 1906 yang diberi nama “Tjap Bal Tiga”.

Logo rokok Tjap Bal Tiga milik Nitisemo

Logo rokok Tjap Bal Tiga milik Nitisemo

Namun kejayaan tak pernah berlangsung selamanya, seiring pecahnya perang dunia II di Pasifik serta munculnya banyak pesaing seperti Nojorono (1930), Djamboe Bol (1937), Djarum (1951) dan Sukun mulai memperburuk keadaan bisnis rokok Tjap Bal Tiga. Namun runtuhnya kerajaan kretek Nitisemo itu disebut-sebut adalah dikarenakan perselisihan diantara para ahli warisnya.

Konon berdirinya pabrik rokok kretek Minak Djinggo pada tahun 1930 juga merupakan faktor penting ambruknya rokok Tjap Bal Tiga. Pemilik rokok Minak Djinggo, Kho Djie Siong, adalah mantan agen Bal Tiga di Pati, Jawa Tengah. Sewaktu masih bekerja pada Nitisemito, Kho Djie Siong banyak memetik informasi rahasia racikan dan strategi dagang Bal Tiga dari M. Karmaen, kawan sekolahnya di HIS Semarang yang juga menantu Nitisemito.

Demikianlah, hingga saat ini rokok menjadi komoditas paling menjanjikan dan menyumbang pemasukan yang sangat besar terhadap negara melalui pajaknya.

Related Post

Piramida Paling Tua di Dunia Ditemukan di Garut? Gunung Sadahurip, Garut Jawa Barat. Para ahli masih berdebat tentang kebenaran masa lalu gunung ini. Apakah benar di balik gunung ini bersemanyam pir...
Sejarah Singkat Penemuan Mesin Penyedot Debu Ini dia prototype penyedot debu pertama buatan Ives McGaffey tahun 1869 SainsMe - James Murray Spangler dari Amerika adalah orang pertama yang mem...
Gustave Eiffel dan Sejarah Menara Kebanggaan Perancis Berkenalan dengan Gustave Eiffel, The Magician of Iron (Gambar: pixabay.com) SainsMe - Bapak yang karyanya tersohor di segala penjuru dunia ini di...
Asal-Usul Perangko Ini dia The Penny Black. Perangko pertama dengan gambar Ratu Victoria. SainsMe - Berkirim surat melalui jasa pos dengan perangko barangkali terden...
#TanyaSains: Siapa Sih yang Bikin Peniti? Peniti, kecil tapi sangat dibutuhkan. Memang siapa sih yang buat peniti? Apa alasannya? Terima kasih atas infonya. Beta Miftahul Falah - @Beta_Fala...
Sekarang kamu juga bisa ikut berpartisipasi dalam kanal #TanyaSains lho. Langsung saja menuju laman ini dan isi form-nya!