Siapa Nenek Moyang Orang Indonesia?

February 11, 2013 Siapa Nenek Moyang Orang Indonesia?
Pithecanthropus Erectus, manusia purba yang fosilnya ditemukan di pinggir Bengawan Solo pada tahun 1980 oleh Dr. Eugene Dubois

Pithecanthropus Erectus, manusia purba yang fosilnya ditemukan di pinggir Bengawan Solo pada tahun 1980 oleh Dr. Eugene Dubois

Sains.Me – Pernah ngga kalian bertanya-tanya, dari mana asalnya orang-orang yang mendiami ribuan pulau di Indonesia? Kapankah nenek moyang kita pertama kali menjejakkan kakinya di bumi nusantara?

Teori asal mula nenek moyang orang Indonesia pada umumnya didasarkan pada dua hal, yang pertama adalah dasar kesamaan bentuk fisik dan yang kedua adalah kesamaan akar bahasa yang dipakai. Para ahli sejak lama memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Masing-masing juga memiliki alasan kuat yang mendasari teori mereka.

Namun catatan dan penemuan fosil manusia purba di dataran Indonesia menyebutkan bahwa nenek moyang Indonesia sudah ada sejak 3000 tahun sebelum masehi!

Ada banyak sekali ahli dengan teori yang berbeda. Namun diantaranya, berikut 5 teori dari ahli yang paling sering dipakai sebagai acuan.

1. Drs. Moh. Ali

Moh. Ali meyakini bahwa nenek moyang kita berasal dari China, khususnya daerah Yunan. Orang-orang China kuno ini masuk ke nusantara melalui hulu-hulu sungai besar dataran asia. Mereka juga datang secara bergelombang. Gelombang pertama dikenal dengan sebutan bangsa Proto Melayu atau Melayu Muda (datang mulai dari 3000 hingga 1500 tahun sebelum masehi). Sedangkan gelombang kedua disebut sebagai bangsa Deutro Melayu atau Melayu muda (1500 hingga 500 tahun sebelum masehi). Ciri gelombang pertama adalah kebudayaan neolitikum dan menggunakan perahu bercadik satu, sedangkan gelombang kedua menggunakan perahu bercadik dua.

2. Prof. Dr. H. Kern

Profesor dari Belanda ini berpendapat bahwa orang Indonesia berasal dari daratan Asia. Pendapatnya berdasar pada kesamaan bahasa yang digunakan. menurutnya orang yang hidup di wilayang Indonesia, Polinesia, Melanesia dan Mikronesia memiliki kemiripan bahasa, yakni bersumber dari rumpun Austronesia (berasal dari Austria). Bangsa Indonesia pastilah berasal dari satu daerah yang menggunakan bahasa Campa (bahasa yang kini dipakai di Kamboja). Kern menemukan banyak kesamaan istilah geografis, istilah binatang dan nama alat perang kuno yang pernah dipakai.

3. Prof. Dr. Sangkot Marzuki

Prof. Marzuki menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari dataran Austronesia (berasal dari Austria). Pendapatnya berdasar pada penemuan DNA fosil manusia purba. Beliau juga menyanggah bahwa bangsa Indonesia berasal dari Yunan, China.

Karena menurutnya manusia purba jenis Phitecantropus Erectus tidak ada kelanjutannya pada manusia sekarang. Jenis tersebut telah punah dan digantikan oleh jenis baru yang fosilnya ditemukan di Afrika, dan hingga kini masih diyakini sebagai nenek moyang manusia.

4. Mayundar

Mayundar berpendapat bahwa orang Indonesia berasal dari India. Menurutnya bangsa-bangsa yang memakai rumpun bahasa Austronesia (termasuk Indonesia) berasal dari India dan menyebar ke wilayah Indocina (Asia Tenggara) dan berlanjut ke Indonesia hingga Pasifik. Teori Mayundar berdasar pada hasil penelitiannya yang menyebutkan bahwa bahasa Austria adalah bahasa yang pernah digunakan bangsa India bagian timur.

5. Prof. Mohammad Yamin

M. Yamin, tokoh intelektual Indonesia yang ahli di bidang bahasa, budaya dan sejarah purbakala

M. Yamin, tokoh intelektual Indonesia yang ahli di bidang bahasa, budaya dan sejarah purbakala

Yamin menyangkal semua teori di atas. Beliau yakin bahwa orang Indonesia berasal dari dalam Indonesia sendiri dan tidak berasal dari luar. Hal ini ditegaskan oleh fakta bahwa fosil-fosil manusia purba dan artefak yang ditemukan di Indonesia lebih lengkap dan banyak dibandingkan fosil yang ditemukan di luar negeri. Misalnya saja temuan Pithecanthropus soloensis dan wajakensis yang tak ditemukan di daerah Asia lain termasuk Indocina.

Namun dari semua teori tersebut, para pakar sepakat bahwa ras di Indonesia dibagi kedalam tiga kelompok besar, yakni:

1. Negroid (orang Tapiro Irian / papua)
Ciri-ciri: kulit hitam, rambut keriting, bertubuh kecil.

2. Weddoid (orang Senoi di Malaya, Sakai di Siak, Kubu di Palembang).
Ciri-ciri: rambut berombak tegang, lengkung alis menonjol ke depan, kulit agak coklat.

3. Melayu (suku jawa)
Ciri-ciri: tubuh tinggi & ramping, wajah bulat, hidung pesek, rambut hitam, kulit sawo matang.

Related Post

Kisah Ole Kirk Christiansen dan Sejarah LEGO Hayo, siapa yang tidak tahu mainan keren ini? (Gambar: pixabay.com) SainsMe - Rasanya saat ini hampir semua orang mengenal Lego, pabrik dan merek ...
Hillary Page, Perintis Awal Mula Mainan Lego Permainan balok susun buatan Lego. Siapa yang pertama kali membuat balok susun ya? SainsMe - Kamu pasti familiar dengan permainan balok susun. Ya,...
Siapakah Penulis Novel Pertama Di Dunia? Sebuah patung Murasaki Shikibu di Jepang SainsMe - Novel, buku cerita tebal yang satu ini sekarang sudah menjadi bacaan favorit banyak orang, mung...
Menelisik Sejarah Badminton Badminton (Sumber: pixabay.com)SainsMe - Siapa sih yang tidak tahu olahraga badminton? Yap, jenis permainan yang maksimal dimainkan oleh empat orang...
John Mast, Penemu Perangkap Tikus Perangkap tikus generasi awal, buatan John Mast SainsMe - Sebenarnya alat perangkap hewan, termasuk tikus, telah ditemukan sejak jaman dulu ketika...
Sekarang kamu juga bisa ikut berpartisipasi dalam kanal #TanyaSains lho. Langsung saja menuju laman ini dan isi form-nya!
  • thamrin

    yakinlah bahwa penghuni indonesia ini sdh ada sebelum org2 dari luar datang,masalah kesamaan budaya dll itu karena akulturasi budaya asing..

  • Saya setuju teori Moh.Yamin karena nenek moyang Indonesia lebih unik dengan buktinya Pithecanthropus soloensis dan wajakensis yang tak ditemukan di daerah Asia lain termasuk Indocina. Jadi menurut hemat saya yaitu bukti bahwa nenek moyang kita sebetulnya orisinil kemudian terjadi interchange dengan bangsa lain.

    Bukankah setiap bangsa memiliki keunikan yang berbeda dari bangsa lain?