Sekitar Kita

Filosofi Warna Lampu Lalu Lintas

Apa sih makna dibalik warna lampu lalu lintas?

Apa sih makna dibalik warna lampu lalu lintas?

SainsMe – Traffic light atau yang biasa kita sebut lampu lalu lintas di persimpangan jalan mempunyai tiga warna tetap, yaitu merah, kuning, dan hijau. Penasaran nggak sih, kenapa tiga warna itu yang dipilih?

Traffic light mulai dikenal pada tahun 1868, ketika kendaraan bermotor sudah mulai digunakan. Lampu lalu lintas pertama kali digunakan di London, dekat gedung parlemen. Pada saat itu, lampunya hanya terdiri dari dua warna, merah dan hijau.

Sayangnya, pada tahun 1869, lampu itu meledak dan menewaskan seorang petugas lalu lintas yang berada di dekatnya.Kemudian, seorang berkebangsaan Amerika, Garrett Augustus Morgan mengembangkan lampu lalu lintas yang lebih aman, yaitu dengan penambahan warna kuning.

Adanya lampu kuning dapat memberi jeda pada waktu lampu akan berganti warna sehingga pengguna jalan dapat mengurangi kecepatan ketika la mpu kuning menyala.

Ketiga warna tersebut ternyata mengandung filosofi juga, lho. Warna merah identik dengan darah. Pada masa peperangan dulu, pertumpahan darah terjadi dimana-mana, menyisakan luka dan kematian.

Kemudian muncullah sekelompok orang yang anti peperangan, maka dibuatlah peraturan larangan berperang dan saling melukai. Sejak saat itu warna merah digunakan untuk lambang larangan atau stop.

Warna kuning identik dengan api yang memiliki dua pilihan, yaitu api kecil yang mampu dikendalikan dan menjadi bermanfaat atau api besar yang tak terkendali sehingga menjadi berbahaya.

Zaman peperangan dulu, manusia mengamati musuhnya berdasarkan api karena api digunakan untuk berbagai hal seperti penerangan dan memasak. Jika terlihat api dari kelompok musuhnya, maka prajurit akan berhati-hati atau bersiap-siap menghadapi musuh.

Warna kuning juga identik dengan warna daun yang sudah tua, artinya daun itu sebentar lagi gugur dan digantikan yang masih segar sehingga warna kuning juga melambangkan transisi atau peralihan. Itulah alasan warna kuning menjadi simbol hati-hati atau waspada.

Warna hijau identik dengan daun. Meskipun tidak semua daun berwarna hijau dan warna hijau setiap tanaman juga tidak selalu sama, tapi hampir semua tanaman mengandung warna hijau. Keberagaman tanaman ini dapat dilihat sebagai kebebasan, setiap tanaman bebas berwarna hijau.

Warna hijau juga merupakan warna yang menyegarkan mata, terutama untuk terapi sehingga warna ini aman untuk mata. Itulah mengapa warna hijau dipilih menjadi simbol bebas dan aman untuk berjalan pada lampu lalu lintas.

Lampu lalu lintas disusun secara vertikal dengan urutan warna merah yang paling atas, kemudian kuning, dan hijau yang paling bawah untuk memudahkan pengguna jalan yang buta warna.

Warna merah mengandung corak warna jingga, sedangkan warna hijau mengandung corak warna biru sehingga orang yang buta warna merah dan hijau masih dapat membedakan lampu mana yang sedang menyala.

Advertisements

4 thoughts on “Filosofi Warna Lampu Lalu Lintas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s