Teknologi

Sekilas Tentang Gambar Digital

Gambar digital tersusun atas titik-titik (pixel) dengan kerapatan tertentu.

Gambar digital tersusun atas titik-titik (pixel) dengan kerapatan tertentu.

SainsMe – Masih ingat masa-masa dimana kita harus mencetak film dari kamera saku untuk menghasilkan selembar foto agar dapat dinikmati bersama? Saat ini, gambar atau foto sudah banyak dibuat dalam bentuk digital. Kamu tidak perlu menunggu gambar tersebut dicetak terlebih dahulu untuk dapat menikmatinya, cukup melihatnya saja dari layar komputer, ponsel, atau kameramu.

Ngomong-ngomong bagaimana bisa ya gambar atau foto tersebut diubah ke dalam bentuk digital?

Jadi begini, semua berkas dalam format digital termasuk foto digital disimpan dalam bentuk biner (mungkin ada baiknya kamu membaca terlebih dahulu artikel sebelumnya mengenai sistem biner). Bagaimana bisa ya gambar diubah ke dalam bentuk biner?

Begini, tiap gambar digital tersusun atas ribuan bahkan jutaan pixel (singkatan dari picture elements). Mungkin kamu pernah mendengar bahwa sebuah gambar memiliki resolusi  640×480, 1024×768, atau nilai lainnya? Nah, resolusi tersebut menggambarkan jumlah pixel-nya. Gambar dengan resolusi 640×480 misalnya, terdiri atas banyak pixel yang tersusun dalam persegi panjang dengan panjang 640 pixel dan lebar 480 pixel. Jadi, gambar tersebut memiliki total 640 x 480 pixel, atau sama dengan 307200 pixel! Wow, banyak juga ya. Padahal saat ini sudah banyak gambar yang resolusinya jauh lebih tinggi. Bayangkan berapa banyaknya pixel yang ada dalam sebuah gambar dengan resolusi tinggi.

Pada setiap gambar, tiap pixel-nya akan berisi satu warna tertentu. Jadi, setiap gambar dan foto yang kamu lihat di layar komputermu sebenarnya merupakan susunan dari kotak-kotak warna-warni yang sangat banyak dan sangat rapat. Inilah yang mengakibatkan semakin banyaknya pixel  suatu gambar akan menghasilkan gambar yang semakin jelas dan detail. Nah, nilai warna pada masing-masing pixel inilah yang disimpan dalam nilai biner.

Terdapat beberapa sistem warna yang dapat digunakan untuk mengkonversikan sebuah warna ke dalam nilai biner, dari mulai yang sederhana (hanya dapat menyimpan dua jenis warna, hitam dan putih) sampai yang sangat kaya warna (maksimal 16 juta warna). Semakin kaya warna yang ditampilkan dalam sebuah gambar, semakin besar pula bit yang diperlukan untuk menyimpan nilai-nilai warna pada tiap pixel. Dan semakin tinggi resolusi suatu gambar, tentu semakin besar pula bit yang diperlukan untuk menyimpan keseluruhan gambar. Jadi jangan heran ya jika gambar yang sangat detail dan kaya warna akan berukuran sangat besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s