Sekitar Kita

Dibalik Kekuatan Super Popeye setelah Makan Bayam

Ingin sehat, ayo makan bayam!

Ingin sehat, ayo makan bayam!

SainsMe – Siapa yang nggak kenal sama tokoh kartun satu ini? Pasti kamu juga tahu Popeye kan? Dalam kartun tersebut, diceritakan setiap Popeye membutuhkan tenaga, dia akan langsung memakan bayam kalengan dan seketika otot-ototnya bertonjolan. Dalam dunia nyata, tentu saja tidak mungkin seseorang tiba-tiba menjadi kuat hanya karena mengonsumsi bayam. Mengapa Popeye menjadi kuat setelah mengonsumsi bayam?

Karakter Popeye diciptakan oleh Elzie Crisler Segar pada tahun 1929 dan awalnya merupakan komik strip di harian King Features yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku komik pada tahun 1931. Pada tahun 1933, Popeye mulai masuk televisi dan popularitasnya terus meningkat sampai tahun 1957. Ternyata, ada misi tersendiri dalam kartun tersebut hingga sang kreator menghubungkan tokohnya dengan konsumsi bayam.

Pada waktu Popeye berjaya, Amerika sedang mengalami masa depresi sekaligus menghadapi Perang Dunia II. Pengetatan ekonomi berlangsung dimana-mana. Selama Perang Dunia berlangsung, sumber daya termasuk pangan seperti daging, ikan, telur, dan lain-lain, banyak  ditujukan untuk keperluan perang. Akibatnya, rakyat pun hanya mendapatkan sisanya, seperti bayam. Popeye membantu membujuk masyarakat Amerika agar mau ‘berkorban’ demi perang. Dalam hal ini, Popeye merupakan alat propaganda pemerintah Amerika pada zamannya agar rakyat tidak mengeluh karena hanya makan bayam terus menerus.

Pemilihan bayam sebagai makanan utama Popeye juga atas berbagai pertimbangan. Bayam mudah tumbuh dimana-mana dan dapat dipanen dengan cepat. Selain itu, terjadi kekeliruan dalam penelitian seputar bayam. Pada 1870, seorang peneliti bernama Dr. E. Von Wolf salah meletakkan tanda koma saat menulsikan kandungan zat besi pada bayam. Kesalahan itu menyebabkan anggapan berlebihan mengenai manfaat bayam. Tidak ada yang menyadari kekeliruan itu hingga 70 tahun kemudian, ketika Popeye terlanjur terkenal sebagai pemakan bayam. Pada tahun 1940, terungkap bahwa kandungan zat besi dalam bayam hanya 1/10 dari yang dituliskan Dr. Wolf.

Begitulah kisah Popeye yang mengajarkan kita untuk memakan bayam karena bayam memang baik bagi kesehatan. Tapi, jangan harap setelah memakan bayam kita akan jadi sekuat Popeye ya, karena bayam bukan penghasil karbohidrat sementara zat penghasil tenaga adalah karbohidrat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s