Sekitar Kita

Ayapaneco, Bahasa yang Nyaris Punah

[ilustrasi] Ternyata ada lho, bahasa yang nyaris punah.

[ilustrasi] Ternyata ada lho, bahasa yang nyaris punah.

SainsMe – Pernahkah kamu mendengar Bahasa Ayapaneco? Kalau kamu belum pernah mendengarnya, wajar saja, karena bahasa ini sudah nyaris punah. Bahasa Ayapaneco telah digunakan di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Meksiko selama berabad-abad. Namun, sekarang, seperti begitu banyak bahasa pribumi lain, Bahasa Ayapaneco terancam punah.  Kini tinggal dua orang yang masih menguasai bahasa asli Meksiko ini. Dua orang tersebut adalah Manuel Segovia dan Isidro Velazquez. Sayangnya, kedua orang ini menolak saling bicara karena masalah perselisihan antartetangga. Jarak rumah keduanya hanya sekitar lima ratus meter di Desa Ayapa, di dataran rendah tropis negara bagian selatan Tabasco.

Daniel Suslak, seorang antropolog linguistik dari Indiana University, berencana membuat kamus Bahasa Ayapaneco sebelum bahasa ini benar-benar punah. Suslak mengatakan Ayapaneco selalu menjadi “pulau linguistik” yang dikelilingi oleh bahasa penduduk pribumi. Kematian Bahasa Ayapaneco rupanya  disebabkan oleh munculnya pendidikan Spanyol pada pertengahan abad ke-20, yang selama beberapa dekade melarang anak-anak pribumi berbicara apa-apa lagi. Urbanisasi dan migrasi dari tahun 1970-an kemudian benar-benar memecah kelompok inti penutur yang  kebanyakan berada di desa.

Ada 68 bahasa-bahasa asli di Meksiko, kemudian dibagi lagi menjadi 364 variasi. Bahasa pribumi Meksiko yang lain juga dalam bahaya kepunahan, meskipun Ayapaneco adalah kasus yang paling ekstrim. Nama Ayapaneco adalah pemberian dari pihak luar, sementara Segovia dan Velazquez menyebut bahasa mereka Nuumte Oote, yang berarti Suara Sejati. Mereka berbicara versi yang berbeda dari bahasa ini dan kamus yang disusun Daniel Suslak akan berisi kedua versi bahasa ini.

The National Indigenous Language Institute juga merencanakan upaya terakhir untuk mengadakan kelas Bahasa Ayapaneco agar dua penutur terakhir yang masih hidup dapat menyampaikan pengetahuan mereka kepada penduduk lainnya. Namun tampaknya upaya ini kurang berhasil karena kurangnya dana dan antusiasme penduduk sekitar. Hmm, kalau begini apakah bahasa Ayapaneco ini akan benar-benar musnah setelah kedua penutur tersebut meninggal?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s