Sekitar Kita

Berkenalan Dengan Para Pendahulu Facebook dan Twitter

SainsMe – Saat ini hidup kita hampir tidak bisa lepas dari jejaring sosial. Hampir semua orang memiliki akun Facebook dan Twitter. Mungkin ada juga yang memiliki akun jejaring sosial lain seperti Path, Instagram, LinkedIn, dan sebagainya. Atau mungkin masih ada yang ingat bahwa dahulu ada jejaring sosial yang sempat booming juga, seperti Friendster dan MySpace? Ya, perkembangan dunia digital yang sangat pesat saat ini juga diiringi dengan perkembangan berbagai macam jejaring sosial yang ada.

Ngomong-ngomong, bagaimana sih awalnya sampai bisa muncul situs jejaring sosial? Sebenarnya jauh sebelum era Facebook bahkan Friendster, situs serupa dengan jejaring sosial sudah banyak dibuat. Salah satu yang bisa dikatakan pendahulu jejaring sosial Usenet. Usenet adalah situs semacam papan pengumuman (bulletin board) digital yang menghubungkan antara satu server dengan server lainnya. Usenet ini sendiri dibuat di tahun 1979 dan masih ada sampai sekarang, meski saat ini lebih banyak digunakan untuk file storage. Ada pula situs yang serupa dengan Usenet bernama BBSs (Bulletin Board Systems).

Ini adalah tampilan Facebook (yang awalnya bernama TheFacebook) pada tahun 2004

Ini adalah tampilan Facebook (yang awalnya bernama TheFacebook) pada tahun 2004

Pada tahun 1990-an mulailah banyak bermunculan situs-situs jejaring sosial. Classmate yang dibuat pada tahun 1995 disebut-sebut sebagai situs pertama yang menghubungkan antar jaringan sosial. Setelah itu muncul juga SixDegree di tahun 1997. SixDegree ini adalah situs jejaring sosial pertama yang memiliki fitur daftar teman dan edit profil. Selain itu, pada masa tersebut muncul juga berbagai situs-situs chatting (instant messenger), forum, bahkan sampai situs dating!

Gebrakan besar pada dunia jejaring sosial hadir di tahun 2002 dengan munculnya Friendster. Friendster dianggap sebagai situs jejaring sosial pertama yang menggunakan konsep seperti jejaring sosial kebanyakan saat ini. Friendster memiliki kelebihan antara lain dapat mencari teman, teman dari teman, dan seterusnya. Konsep ini dianggap sangat berhasil untuk mengembangkan jaringan sosial seseorang. Selanjutnya, situs-situs jejaring sosial semakin banyak bermunculan seperti Facebook, Twitter, MySpace, Hi5, LinkedIn, dan sebagainya. Meski demikian, situs-situs jejaring sosial ini baru mulai booming pada pertengahan tahun 2000-an dan terus diminati sampai sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s