Sejarah

Menelisik Sejarah Wanita dan Pakaian Dalam Kesayangannya (Bagian II)

Nah ini jenis korset yang sempat populer. Dengan tali-tali mirip tali sepatu di bagian belakang

Nah ini jenis korset yang sempat populer. Dengan tali-tali mirip tali sepatu di bagian belakang

SainsMe – Pada artikel sebelumnya di bagian I kita mendapatkan gambaran bahwa pakaian pembentuk tubuh digemari wanita karena dianggap dapat membantu untuk tampil menarik.

Besi dan tulang binatang pada mulanya menjadi bahan pembuat pakaian pembentuk tubuh  – sepertinya terdengar menyakitkan ketika dipakai – akan tetapi seiring berjalannya waktu, bahan yang digunakan semakin bersahabat dengan wanita.

1920 – 1990

Abad ke-20 membawa perubahan bagi korset. Apa yang disebut sebagai “korset kesehatan” mulai diperkenalkan sehingga tidak menyulitkan para wanita untuk bergerak dan bernapas. Akan tetapi, bentuk pinggang yang kecil masih dipandang sebagai bentuk yang ideal.

Lanjut pada tahun 1920-an, tubuh yang ramping merupakan yang ideal. Wanita mendambakan bentuk tubuh yang kurus kelaki-lakian dengan sedikit atau tanpa lekukan. Pakaian dalam seperti kamisol, celana dalam, dan bra menjadi populer untuk membuat tampilan dada rata.

Tahun 1930-an korset kembali populer dengan dilengkapi bra dan tali pengait kaos kaki. Akhir tahun 1940-an bentuk tubuh yang berlekuk menjadi standar kecantikan saat itu. Hal ini dipengaruhi oleh adanya korset model baru sehingga pinggang yang ketat dan rok panjang menjadi tren.

Berbeda dengan tahun 1950-an dimana pakaian dalam wanita mulai berfokus pada bagian dada dibandingkan pinggang. Bra menjadi pakaian dalam favorit untuk mengangkat dan memperbesar tampilan dada.

Gaya hidup hippy yang populer pada 1970-an membuat bentuk tubuh wanita dengan pinggang dan pinggul yang kecil tetapi berdada besar menjadi idaman. Bra menjadi pakaian dalam andalan pada saat itu. Lanjut pada tahun 1980-an, wanita diharapkan melakukan diet dan olahraga untuk mendapatkan bentuk tubuh yang kurus dan lebih berotot tetapi tetap memiliki lekukan di bagian-bagian yang tepat.

Pada tahun 1990-an, wanita ingin menjadi tinggi dan ramping tetapi juga memiliki dada yang besar. Hal ini tentu saja merupakan sesuatu yang jarang didapatkan secara alami dan sangat sulit untuk didapatkan kecuali dengan latihan yang tepat dan teratur. Pemakaian korset, body-shaper, pengecil paha, dan push-up bra menjadi sebuah kebutuhan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan.

2000 – Kini

Sampailah juga di era 2000-an dimana kurus menjadi sebuah bentuk ideal bagi tubuh wanita. Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang demikian banyak cara dilakukan seperti operasi plastik, pemotongan lambung, dan berbagai diet ekstrem, bahkan ada yang sampai terkena gangguan makan karena terobsesi menjadi kurus. Hiiiii serem yah.

Pakaian pembentuk tubuh menawarkan solusi yang mudah dan nyaman untuk mendapatkan tampilan yang diharapkan.

Teknologi garmen yang terus berkembang memberikan kontribusi bagi model dan teknik jahit pakaian pembentuk tubuh untuk membantu mendapatkan tampilan yang didambakan. Hal ini tentu saja makin membuat wanita menggemari  pakaian dalam kesayangannya ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s