Kesehatan

Awas, Bahaya Anoreksia Mengintai!

[Ilustrasi] Awas, waspadai anoreksia. (Sumber: lethow.com)

[Ilustrasi] Awas, waspadai anoreksia. (Sumber: lethow.com)

SainsMe – Berat dan bentuk tubuh yang ideal adalah dambaan semua orang. Betul kan? Tapi jika kamu merasa badanmu terlalu berat dan berniat diet, harus berhati-hati lho. Segeralah berhenti saat kamu sudah mencapai berat badan yang ditargetkan, atau jika kamu mulai mengalami gangguan kesehatan. Sebab, siapa tahu kamu terkena anoreksia. Eh, apa sih anoreksia itu?

Anoreksia Nervosa (AN) merupakan sebuah kondisi kompleks yang meliputi efek psikologi, sosial, dan fisik. Yaitu adanya sebuah penyimpangan terhadap pola pikir seseorang, dimana seseorang akan merasakan kekhawatiran yang berlebih terhadap berat badannya. Kondisi ini lebih sering dialami oleh perempuan, namun tidak menutup kemunginan dapat menimpa kaum laki-laki.

Apa Gejalanya?

Pada awal terjadinya anoreksia, penderita akan mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis. Ketika sampai pada kasus yang cukup serius, penderita tidak mengalami menstruasi dan tidak memiliki kesanggupan untuk mengonsumsi makanan. Selain itu, gejala lain yang sering terjadi yaitu memuntahkan isi makanan kembali.

Efek

Adapun dampak yang ditimbulkan dari kondisi ini diantaranya adalah kerontokan rambut, pengeroposan gigi, hingga menurunnya tingkat kesuburan. Selain itu, fatalnya dapat merusak jaringan dalam otak dan kematian. Hiiii!

Salah satu kasus korban dari kelainan ini adalah Kate Chilver (31 tahun) yang telah menderita anoreksia selama 16 tahun. Ia dikategorikan anoreksia terparah. Bahkan beratnya hanya mencapai 29,8 kg! Ia pun akhirnya meninggal karena kekurangan pasokan darah pada rongga usus.

Penyebab

Apa sih yang menyebabkan anoreksia? Rupanya anoreksia terjadi karena beberapa faktor, yaitu adanya faktor tekanan dari lingkaran pertemanan yang membuat si penderita merasa kurang percaya diri.

Oleh karena itu, penderita anoreksia berupaya untuk menurunkan berat badan hingga batas dan ukuran tertentu, namun selalu merasa kurang.

Faktor keluarga juga berpotensi menimbulkan gejala anoreksia, seperti terlalu protektif dan kontrol yang keterlaluan dari orang tua. Disamping itu, faktor lainnya yang memicu adalah pelecehan seksual, yang membuat penderita menjadi stres atau down.

Apa yang Harus Dilakukan?

Menurut penelitian yang dilakukan Profesor Janet di Institut Psikiater London, para penderita anoreksia ini dapat disembuhkan dengan memberikan cinta dan kasih sayang yang lebih supaya mereka merasa lebih bahagia.

Selain itu, Prof. Janet juga menegaskan bahwa lingkungan berperan penting untuk keberhasilan penyembuhan pada penderita anoreksia, yaitu dengan menyambut mereka dengan lebih baik. Sebab, hal ini dapat menumbuhkan pandangan positif terhadap makanan dan diri mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s