Kesehatan

Yuk, Kurangi Risiko Kanker pada Daging Bakar!

Daging bakar bisa meningkatkan risiko kanker? (Sumber: freeimages.com)

Daging bakar bisa meningkatkan risiko kanker? (Sumber: freeimages.com)

SainsMe – Siapa yang tidak suka makan sate, BBQ, ikan bakar, dan ayam panggang? Hmmm, bahkan baru mendengar namanya saja perut kita sudah berbunyi ya?

Tapi, tahukah kalian bahwa makanan yang dibakar maupun dipanggang berisiko memicu pertumbuhan kanker? Mungkin ketika telah mengetahui pun kita tetap cuek karena memang aroma dari ‘bakaran’ tersebut menggoda selera.

Untuk mengatasi hal tersebut, kita tidak harus benar-benar menghindari makanan yang dibakar atau dipanggang kok, karena kita bisa mengurangi potensi kanker tersebut. Penasaran? Yuk, baca ulasannya disini!

Pemicu Kanker

Pada daging yang dibakar atau dipanggang, pasti kita sering menemukan bagian yang gosong atau menghitam. Nah, biasanya kita akan dengan lahap memakan bagian tersebut, tapi ternyata bagian gosong itulah yang menjadi faktor utama kanker!

Penelitian yang dilakukan di New Zealand mengungkapkan bahwa pada bagian gosong tersebut menghasilkan sejumlah senyawa kimia yang mengandung zat karsinogen, yakni zat pemicu kanker. Untuk menghindari itu, lebih baik bagian tersebut jangan dimakan ya.

Solusi yang Disarankan

Nah, berikut ini adalah beberapa cara praktis yang bisa mengurangi risiko kanker yang menyertai daging bakar/panggang favorit kita:

1. Pilihlah daging yang tidak memiliki kadar lemak yang terlalu tinggi, karena daging yang berlemak akan mengeluarkan asap yang banyak ketika dibakar.

2. Daging yang disarankan tidak berupa daging olahan seperti sosis, bakso, atau ham karena memiliki kadar lemak yang cukup tinggi. Nah, jadi berhati-hatilah memilih daging ya, guys.

3. Irislah daging tersebut tipis-tipis, dan rendamlah daging tersebut dalam bumbu yang alami (home made / bumbu tradisional) setidaknya 30 menit sebelum dibakar. Hal ini disarankan untuk mengurangi kadar HCAs yang terdapat pada bakaran daging.

4. Ketika membakar atau memanggang daging, hindari temperatur yang terlalu tinggi. Selain itu, hindari memasak daging dalam jangka waktu lama juga ya, karena semakin lama memasak daging tersebut dapat membuat daging semakin menghitam (gosong).

5. Gunakanlah panggangan yang tak langsung bersentuhan dengan api untuk menghindari daging yang terbakar. Atau untuk lebih mudahnya, kita bisa menggunakan kertas timah. Kemudian, kertas timah tersebut dilubangi pada bagian tengah sehingga lemak-lemak dari daging tersebut dapat mengalir.

6. Kita juga dapat menambahkan sayuran diantara potongan daging-daging tersebut, seperti paprika, nanas, jagung, dan sayuran lainnya agar setidaknya dapat membantu menetralisir efek dari bakaran tersebut.

Nah, itulah beberapa hal yang disarankan untuk dapat mengurangi munculnya zat karsinogen (penyebab kanker) dalam efek bakaran. Mari kita mulai membangun hidup kita yang lebih baik melalui apa yang kita makan setiap harinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s