Dunia Hewan

Apakah Ikan Terbang Benar-Benar Bisa “Terbang”?

Ikan Terbang

Apakah ada ikan yang benar-benar bisa terbang? (Gambar: pixabay.com)

SainsMe – Pernahkah kalian melihat ikan terbang di acara televisi, atau mungkin pernah melihat sendiri saat berwisata ke laut?

Kalau dipikir-pikir, hebat juga ya, ikan yang biasa hidup di air bisa melayang-layang di udara. Ngomong-ngomong, ada yang tahu bagaimana cara ikan ini terbang dan apakah mereka benar-benar terbang seperti burung?

Ikan terbang secara ilmiah masuk ke dalam keluarga Exocoetidae. Mereka bisa ditemukan di laut yang bertemperatur hangat, terutama di wilayah sekitar khatulistiwa. Ya, termasuk juga di perairan Indonesia.

Bagaimana cara ikan ini terbang?

Sebenarnya, ikan terbang tidak benar-benar terbang seperti burung atau kelelawar. Lebih tepatnya, mereka hanya “melayang” di udara untuk waktu yang agak lama. Bagaimana caranya?

Jenis ikan ini melompat keluar dari air dalam rangka kabur dari ikan-ikan pemangsa. Caranya dengan berenang dengan kecepatan sangat tinggi (mencapai 60 Km per jam) di dekat permukaan air, kemudian setelah mendapat momentum yang tepat, mereka akan menyeruak keluar dari air.

Dorongan yang kuat dari ekor akan membuat ikan terbang ini melayang ke udara, setelah itu terbentanglah sayap, eh, sirip mereka yang unik. Ikan terbang memiliki sirip depan dan belakang yang sangat lebar dan berselaput, mirip dengan sayap.

Ilustrasi Ikan Terbang

Tapi, berbeda dengan sayap burung, ketika direntangkan sirip ikan terbang tidak bisa mengepak. Dan hanya berfungsi untuk menangkap angin saja, supaya mereka tetap berada di udara dalam waktu selama mungkin. Prinsipnya hampir sama dengan layang-layang.

Jangan salah, ikan terbang bisa “terbang” dengan kecepatan mencapai 70 kilometer per jam! Setelah melayang cukup lama dan mulai mendekati air lagi, ikan terbang bisa mengepakkan ekor mereka untuk mendapat momentum tambahan untuk kembali ke udara.

Rekor terlama ikan ini berada di udara adalah 45 detik. Dan jarak terjauh yang bisa mereka tempuh totalnya yang pernah dicatat adalah 400 meter. Wow, ini lebih panjang daripada lapangan sepak bola!

Ikan terbang ini sering sekali ditemukan “nyasar” di dek-dek kapal penumpang ataupun kapal nelayan yang betulan melintas. Duh, pasti rejeki nomplok dong ya buat penumpang kapalnya.

Tapi sayangnya, di Indonesia telur ikan terbang diambil secara besar-besaran oleh nelayan karena harganya mahal dan permintaan terus meningkat.

Konon harga telur ikan terbang jauh lebih mahal dibanding ikannya sendiri. Di Indonesia, nelayan biasa memanen telur ikan terbang secara masif di perairan Laut Flores dan Selat Malaka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s