TanyaSains

#TanyaSains: Mengapa Satelit di Angkasa Tidak Jatuh atau Hilang?

Kenapa satelit yang ditaruh diluar angkasa selalu mengitari bumi dan tidak hilang atau jatuh?

Amin – aminacak@gmail.com

International Space Station

International Space Station, satelit buatan manusia yang paling besar saat ini. (Gambar: wikipedia)

SainsMe – Singkatnya, ada dua jenis satelit, yaitu satelit alami dan satelit buatan atau biasa disebut satelit artifisial (artificial satellites).

Untuk satelit alami, contohnya adalah bulan yang selalu mengobrbit planet bumi, dan phobos – deimos yang mengorbit Mars. Sepertinya pertanyaan kamu mengarah ke jenis satelit artifisial kan?

Apa itu orbit dan bagaimana menempatkan satelit di orbit yang benar?

Orbit pada dasarnya adalah lintasan. Jadi jika kita membicarakan orbit satelit, maka berarti sebuah jalur melingkar mengelilingi bumi yang akan dilewati satelit selama bertugas.

Nah, orbit ini memiliki ketinggian tertentu dan harus dihitung dengan sangat cermat. Hitungannya berdasar apa?

Bayangkan kamu sedang melempar sebuah bola tenis. Dengan tenaga yang kecil, bola akan terlempar sejauh satu meter, misalnya.

Dengan tenaga agak besar, bola terlempar lebih cepat dan akan jatuh pada jarak sepuluh meter. Kemudian kamu mengerahkan semua kekuatanmu untuk melempar bola itu agar mendapatkan kecepatan paling tinggi dan jarak paling jauh.

Nah, sekarang bayangkan jika kita bisa membuat bola meluncur sangat cepat agar terlempar sangat jauh dan selama mungkin tidak jatuh. Terus meluncur.

Apakah mungkin? Nah, itulah yang terjadi pada satelit.

Satelit tetap berada pada orbitnya dan tidak jatuh merupakan kombinasi dari dua hal:

Yang pertama adalah dia bergerak super cepat agar tidak jatuh (sama seperti bola yang dilempar sangat-sangat kuat), yang kedua adalah faktor ketinggian yang tepat agar gravitasi bumi menjadi minimal dan tidak ada gesekan dengan atmosfer ketika ia sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

Bagaimana membawa satelit pada ketinggian tersebut?

Jawabannya adalah satelit diantar ke orbitnya oleh sebuah roket. Roket ini diluncurkan dari stasiun-stasiun peluncuran di bumi dan membawa satelit ke orbitnya.

Pertama, roket meluncur hingga ketinggian seratus hingga dua ratus kilometer agar keluar dari atmosfer. Kemudian roket itu akan mendorong ke arah samping dan mulai meluncur dengan kecepatan yang luar biasa: 29.000 Km per jam, atau 79 kali lipat lebih cepat dari kecepatan maksimum sebuah mobil balap Formula-1!

Untuk beberapa saat roket masih meluncur dengan kecepatan tersebut, hingga satelit mencapai orbitnya. Setelah itu roket akan mati dan melepaskan satelit pada orbitnya dan masih bergerak dengan kecepatan yang sama. Itulah sebabnya satelit tersebut tidak jatuh. Ya, karena kecepatannya.

Ketinggian satelit bervariasi, mulai dari ratusan kilometer hingga titik paling tinggi yaitu 2000 kilometer dari bumi. Semakin rendah satelit ditempatkan, semakin sebentar ia bertugas.

Perlu diketahui, satelit paling besar buatan manusia saat ini bernama International Space Station (ISS), merupakan kerja sama dari beberapa negara besar. Diluncurkan tahun 1998 dan masih bertugas hingga kini di ketinggian 600 kilometer dari bumi.

Sedangkan satelit pertama yang diluncurkan oleh manusia bernama Sputnik-1 buatan Uni Soviet pada 4 Oktober 1957. Tak mau kalah, beberapa bulan kemudian Amerika Serikat ikut meluncurkan setelit pertamanya yang diberi nama Explorer-1.

Advertisements

32 thoughts on “#TanyaSains: Mengapa Satelit di Angkasa Tidak Jatuh atau Hilang?

    • Di ruang angkasa kan gk ada hambatan (angin), klo masih melewati atmosfer jelas bentuknya aero, klo dah di luar angkasa, bentuk kotak gk jelas juga masih cepat rotasinya

      Like

      • Saya baca, tadi dituliskan bahwa satelit sdh tidak di atmosfer bumi lagi, agar tidak ada hambatan dan daya tarik bumi (hampa udara). Benarkah itu? Ternyata salah besar. Lapisan atmosfer bumi memiliki ketinggian mencapai 10.000 km (lapisan paling atas, dg nama Eksosfer), coba baca : https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bumi

        Lalu, kemudian. banyak satelit yg orbit di ketinggian terendah 300 – 1500 km, dgn jenis LEO satelit (Low Earth Orbit) yg masih memungkinkan sekali terjatuh ke bumi krn gravitasi. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Satelit ). Maka silahkan baca, banyak satelit yg umurnya pendek, ada yang hanya 1 bulan, 1 tahun, 2 tahun saja, kemudian jatuh ke bumi. Jangan bayangkan satelit selama2nya ada di orbit terus. Kecepatan satelit, untuk yg berada di low orbit saja, memerlukan kecepatan 27 ribu km/jam untuk mengimbangi perputaran bumi. Jadi wajar jika menjadi pertanyaan, pesawat tercepat di dunia (3 kali kecepatan suara (bukan cahaya), atau sekitar 3700 km/jam) dibuat dgn bentuk aerodinamis untuk mengurangi hambatan dan kerusakan badan pesawat, kenapa satelit yang masih di dalam atmosfer bentuknya “ringkih” dan riskan seperti itu? Ini menjadi pertanyaan besar. Sumber wikipedia di atas merunut ke NASA juga.

        Jadi mohon, penulis artikel atau blog ini, untuk lebih mengeksplor informasi lebih dalam lagi. Masih banyak misteri2 ilmu pengetahuan di dunia ini.

        Like

      • Saya baca, tadi dituliskan bahwa satelit sdh tidak di atmosfer bumi lagi, agar tidak ada hambatan dan daya tarik bumi (hampa udara). Benarkah itu? Ternyata salah besar. Lapisan atmosfer bumi memiliki ketinggian mencapai 10.000 km (lapisan paling atas, dg nama Eksosfer), coba baca : https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bumi

        Lalu, kemudian. banyak satelit yg orbit di ketinggian terendah 300 – 1500 km, dgn jenis LEO satelit (Low Earth Orbit) yg masih memungkinkan sekali terjatuh ke bumi krn gravitasi. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Satelit ). Maka silahkan baca, banyak satelit yg umurnya pendek, ada yang hanya 1 bulan, 1 tahun, 2 tahun saja, kemudian jatuh ke bumi. Jangan bayangkan satelit selama2nya ada di orbit terus. Kecepatan satelit, untuk yg berada di low orbit saja, memerlukan kecepatan 27 ribu km/jam untuk mengimbangi perputaran bumi. Jadi wajar jika menjadi pertanyaan, pesawat tercepat di dunia (3 kali kecepatan suara (bukan cahaya), atau sekitar 3700 km/jam) dibuat dgn bentuk aerodinamis untuk mengurangi hambatan dan kerusakan badan pesawat, kenapa satelit yang masih di dalam atmosfer bentuknya “ringkih” dan riskan seperti itu? Ini menjadi pertanyaan besar. Sumber wikipedia di atas merunut ke NASA juga.

        Jadi mohon, penulis artikel atau blog ini, untuk lebih mengeksplor informasi lebih dalam lagi. Masih banyak misteri2 ilmu pengetahuan di dunia ini.

        Like

    • dan bagaimna satelitt bisa sampai ke atas satelit di antarkan ke atas denagn menggunakan roket roket yang memakai bahan bakar seperti bensin dan lain lain nya kan di atas di ada udara bagaimna roket bisa sampai ke atas contos nya kmu membakar kertas ke dalam botol langsung tutup kan api tersebut bakalan mati dan bagaimna roket bisa samapai di atas

      Like

  1. Aneh kan gk logis kan, yang paling umum arah letak parabola itu kemiringan dan pointingnya selalu steady atau gk berubah. Masa iya satelit yg berotasi bisa terkunci posisinya terus diatas negara A, tanpa bergeser sedikitpun. Pointing parabola klo tidak pas sja tidak dapat sinyal, satelit palapa dan telkom dr tahun 90 arah parabolanya ya gitu2 aja, berapa tahun coba gk bergeser.

    Like

    • Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yang berada tepat di atas ekuator Bumi (0° lintang), dengan eksentrisitas orbital sama dengan nol. Dari permukaan Bumi, objek yang berada di orbit geostasioner akan tampak diam (tidak bergerak) di angkasa karena perioda orbit objek tersebut mengelilingi Bumi sama dengan perioda rotasi Bumi. Orbit ini sangat diminati oleh operator-operator satelit buatan (termasuk satelit komunikasi dan televisi). Karena letaknya konstan pada lintang 0°, lokasi satelit hanya dibedakan oleh letaknya di bujur Bumi.

      Like

      • Bukankah orbit geostasioner berada pada ketinggian 35.786 km di atas bumi, lalu bagaimana dengan satelit yang berada pada 600 km ? Yang biasa disebut dengan satelit orbit rendah ? Lalu satelit tertinggi pun yg dikatakan diatas hanya berada pada jarak 2000 km. Can you explain about this ?

        Like

  2. Inget nih boomerang pelajaranya, atmosfer itu bisa membakar benda asing kyk meteor jadi meteorit, yang mana bahanya cuman batu, meleleh. Kita kirim roket berbahan tahan api tahan panas mana yg bisa tembus atmosfer.
    Yg bener atmosfer itu membakar apapun apa bahan satelit memang bisa tahan panas tahan bentur, pikirkan sendiri atau cari tau sendiri bahan apa yg nasa temukan bisa tahan panas tahan bentur ke atmosfer

    Liked by 1 person

  3. Konflik intelektual dan pemahaman antara ”bumi datar” dan ”bumi bulat” kenapa tidak diselesaikan dengan debat sehat? Apakah sudah pernah mempertemukan keduanya dalam sebuah agenda khussus? Jika belum, coba hadirkan keduanya Di sebuah tempat secara langsung dengan seorang moderator yang adil dan mumpuni, masing-masing mengemukakan pendapat dengan berlandaskan teori yg meyakinkan dan benar adanya, plus bukti yang kuat. Karena jikadibiarkan konflik ”maya” ini bisa berakibat perpecahan yang fatal. Sudah saatnya orang ”cerdas”, dan ”jenius”, mencoba menjadilebih ”bijak”, dengan cara yang bijak pula.

    Like

  4. hey bro cba liat di kapal laut bsa nonton tv. pdahal kpal nya berjln..parabola bergeser pasti udh nonton semut.tp buktinya d kapal laut aman aja sinyal x itu membuktikan klw satelit d ats langit gk ada fungsinya.

    Like

  5. nanya doang nih (gktw bumi bulat apa rata).. kan satelit bs sampai k atas karena roket pendorong, trs sampai pd orbitnya tuh roket dilepas.. nah satelit kan bs gk jatuh karena kecepatan tinggi, lah bagaimana tuh roket pendorong td yak??

    Like

  6. btul it bang anonim, katanya ada 14000 dngn berkecepatan 3X dri cahaya lah itu si astronom ngapain malah santai2 selfi2 dan bayangkan 1 satelit pun belum pernah tabrakan padahal 1400 satelit lho berkecepatan super. wow tentang satelit itu hoax coyy mau saja di bodohi, Indonesia salah satu korban yaitu pembelian satelit palapa.

    Like

    • Kecepatan satelit cuman beberapa kali kecepatan suara mass, gak sampai kecepatan cahaya , dan satelit diangkasa juga gak sebanyak itu, dan ketinggian setiap satelit itu beda jarak antar satelit itu sangat jauh ibaratnya sejauh jakarta sampai jogja malah ada yg lebih jauh lagi

      Like

  7. Aneh kan gk logis kan, yang paling umum arah letak parabola itu kemiringan dan pointingnya selalu steady atau gk berubah. Masa iya satelit yg berotasi bisa terkunci posisinya terus diatas negara A, tanpa bergeser sedikitpun. Pointing parabola klo tidak pas sja tidak dapat sinyal, satelit palapa dan telkom dr tahun 90 arah parabolanya ya gitu2 aja, berapa tahun coba gk bergeser.

    Like

  8. Rasanya gk mungkin deh, kalo satelit itu terbang dengan kecepatan 29000/jam mengitari bumi dapat terbang (ambil aja contohnya sebulan) apa mungkin??? Dan lagian apakah satelit itu gak pernah menabrak benda langit yang lain???

    Like

  9. Contoh: Carilah kecepatan melingkar sebuah benda yang bergerak dengan jalur melingkar dengan jari-jari 8 m selama interval waktu penuh 45 detik!
    r = 8 m
    T = 45 s
    Keliling = 2πr = ~ (2)(3,14)(8 m) = 50,24 m

    coba masukan rumus2 di atas dan bandingkan dengan kecepatan rotasi bumi,, apakah jarak jari 2nya bisa di pertanggung jawabkan

    Like

  10. bagai mana stelit mengisi bahan bakan dengan kecepatan 29.000 km/jam?
    bagai mana seorang astronot bisa bergelantungan di luar satlit ( seperti yang ada di tv ) dengan bebas nya dengan kecepatan 29.000 Km/jam, sedangkan menurut logika hanya dengan kecepatan 50 km/jam saja kalau kita gelantungan di mobil rasanya seperti mau terlempar?
    jlaskan dong om mimin 😀

    Like

  11. Numpang komen min.. BRI pesen satelit ke nasa. D terbangin dr amerika. Trus satelit itu di kasih tempat kordinat d iindonesia. Berarti satelit itu nhari koordinat dong. Gmn bisa satelit nemu indonesia? Bumi muter cepet. Mau nyari indonesia tabrakan x sama satekit lain kn ada ribuan katanya.

    Like

  12. Bagaimna caranya astronot yg ada di bumi bisa sampai ke iss yg katanya berkecepatan 29.000 km/jam gmna ngejarnyaa yaa? astronotnya pke roket yg kecepatannya sama donk dengan iss kalo bsa sampai ke iss??

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s