Kesehatan

Menengok Berbagai Jenis Vaksin dan Cara Kerjanya

Suntik Vaksin

[ilustrasi] Apa sih fungsinya vaksin? (Gambar: pixabay.com)

SainsMe – Masih ingat bagaimana sistem imun kita bekerja? Singkatnya begini, setiap kali ada material asing (bakteri atau virus) masuk ke dalam tubuh, sistem imun kita akan langsung mendeteksinya kemudian berusaha mengusir atau membunuh material asing tadi.

Caranya adalah dengan mengaktifkan sel darah putih yang akan memproduksi protein yang bernama antibodi. Antibodi bertanggung jawab mencari organisme bebahaya yang menginfeksi tubuh dan kemudian menghancurkannya. Masalahnya, antibodi dalam tubuh kita sering kebingungan membasmi organisme jahat yang baru pertama kali ditemuinya.

Jadi, pada umumnya antibodi menggunakan serangan pertama sebagai sarana untuk belajar. Mempelajari jenis organisme berbahaya tersebut dan mengingat cara membasminya.

Agar jika di masa yang akan datang virus atau bakteri tersebut menyerang kembali, antibodi di tubuh kita sudah siap tempur dan langsung membasminya bahkan sebelum menimbulkan penyakit pada tubuh kita.

Jadi tahu kan, mengapa jika saat masih kecil kita terserang cacar, maka hingga dewasa kita tidak akan terserang cacar untuk kedua kalinya, sebab antibodi dalam darah kita sudah tahu cara membasmi virus cacar seketika virus tersebut memasuki tubuh kita.

Tentang Vaksin

Vaksin pertama kali diteliti dan diperkenalkan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Edward Jenner pada tahun 1798. Fungsinya untuk mengenalkan virus atau bakteri tertentu agar sistem imun tubuh membentuk antibodi yang diperlukan. Caranya, dengan memasukkan virus atau bakteri tersebut ke dalam tubuh kita dengan sengaja, pada umumnya dengan suntik. Prosesnya biasa kita kenal dengan imunisasi atau vaksinasi.

Karena harus diingat, bahwa untuk satu jenis virus atau bakteri, sistem imun akan memproduksi satu jenis antibodi. Jadi tidak ada satu antobodi untuk semua jenis penyakit. Makanya, semakin banyak sistem imun seseorang berkenalan dengan bakteri atau virus, maka semakin lengkap pula antibodi dalam tubuhnya.

Secara garis besar, vaksin dikelompokkan menjadi beberapa jenis, sebagai berikut:

1. Bakteri atau Virus Hidup yang Dilemahkan (Live, attenuated vaccines)

Vaksin ini berasan dari virus dan bakteri yang masih hidup. Wah, jadi kita dengan sadar menyuntikkan virus hidup ke dalam tubuh! Tapi tenang saja, tentu saja organisme ini adalah versi yang sudah dilemahkan, jadi tidak akan berbahaya bagi tubuh kita. Contohnya adalah vaksin gondok, cacar air, dan rubella (MMR).

2. Bakteri atau Virus Mati (Inactivated Vaccines)

Virus dan bakteri sengaja dimatikan saat proses pembuatan vaksin. Tapi walaupun sudah mati, virus dan bakteri dalam vaksin ini masih tetap bisa merangsang sistem imun tubuh kita untuk menciptakan antibodi yang diperlukan. Contohnya adalah vaksin polio.

3. Toksoid (Toxoid Vaccines)

Jadi ada juga penyakit yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri tertentu. Nah, vaksin jenis toksoid ini isinya adalah racun dari bakteri tersebut, tentu saja versi yang sudah dilemahkan. Contohnya adalah vaksin tetanus dan difteri.

4. Subunit (Subunit Vaccines)

Vaksin ini dibuat dari bagian dari tubuh bakteri tertentu. Jadi tidak berupa bakteri lengkap. Hanya diambil molekul yang menyebabkan penyakit saja. Contoh vaksin jenis ini adalah hepatitis dan batuk rejan (pertussis).

5. Jenis-Jenis Lain

Selain yang disebutkan di atas, ada juga beberapa jenis vaksin yang jarang dipakai atau sedang dalam masa pengembangan. Seperti Conjugate Vaccines atau DNA Vaccines.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s