Teknologi

Yuk, Mengintip Cara Kerja E-Mail

Bermain Laptop

Bagaimana sih sebuah e-mail bisa mencapai alamat tujuannya? (Gambar: pixabay.com)

SainsMe – Kalian pasti punya alamat e-mail kan? Hari gini siapa sih yang tidak punya? Tapi apakah kalian tahu bagaimana prosesnya kita bisa saling mengirimkan e-mail?

Asal tahu saja, teknologi electronic-mail alias surat elektronik (surel) pertama kali digunakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk kepentingan militer sekitar tahun 1969. Wow, sudah lama sekali ya.

Sebelum lebih jauh, ada baiknya kita belajar dulu tentang struktur alamat e-mail. Misalnya kita mengirimkan e-mail ke teman kita yang punya alamat antoni@gmail.com. Jika diperhatikan, ada tiga bagian penting pada alamat tersebut, yakni antoni, tanda “@”, dan gmail.com.

Yang pertama adalah antoni. Bagian yang berada┬ásebelum tanda “@” adalah username, alias nama spesifik teman yang kita tuju.

Bagian kedua, yakni tanda “@”. Tanda ini wajib ada ketika kita mengetikkan alamat e-mail. Sebab tanda ini menjadi pemisah antara username dengan alamat server e-mail yang kita tuju. Kita akan bahas tentang server e-mail sebentar lagi.

Terakhir adalah gmail.com. Alamat yang berada di belakang tanda “@” merupakan nama server e-mail tujuan kita. Ini setara dengan alamat kantor pos tujuan kita saat mengirim surat. Supaya e-mail yang kita kirimkan tidak nyasar.

Sekarang kita belajar bagaimana proses sebuah e-mail dikirimkan hingga sampai ke alamat tujuan.

Kita sedang menulis e-mail untuk teman kita, si Antoni. Kita mengetikkan e-mail melalui aplikasi e-mail client, bisa berupa Microsoft Outlook, Web Gmail, atau Web Yahoo. Nah, proses dimulai ketika kita klik tombol “Kirim”, atau “Send“.

Bagaimana Sebuah E-Mail Dikirimkan

Pertama, e-mail yang kita kirimkan akan berada di server e-mail kita sendiri, server ini bernama SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), dan bertanggung jawab mengirimkan e-mail kita ke alamat tujuan. Ini diibaratkan seperti kantor pos di kota tempat tinggal kita. Kita meletakkan surat di dalam amplop yang sudah ditulis alamat tujuan dan identitas pengirim. Siap untuk dikirimkan.

Kedua, e-mail kita dikirimkan ke server tujuan. Ingat bagian yang ada setelah tanda “@”? Ya, itulah alamat server tujuan kita. Misal alamat e-mail kita john@yahoo.com, dan alamat tujuan adalah antoni@gmail.com. Maka server Yahoo milik kita akan mengirimkan e-mail kita ke server gmail.com.

Ketiga, ketika e-mail sudah diterima di server tujuan, maka server akan memberikan salinan atau copy dari e-mail yang kita kirimkan ke orang yang dituju. Ibarat pak pos yang mengantarkan surat ke rumah orang yang dituju.

Tapi bedanya, pak pos mengirimkan surat asli. Sedangkan e-mail kita sebetulnya masih ada di server. Walaupun kita menghapus e-mail di aplikasi e-mail client, e-mail asli yang ada di server masih tetap ada, sampai kita memutuskan untuk menghapusnya juga.

Jika ternyata kita salah mengetikkan alamat e-mail, entah itu username atau alamat server-nya, bisa jadi e-mail tersebut tidak akan terkirim ke mana-mana dan server kita akan memberikan peringatan.

Pernahkah kalian mendapatkan e-mail dari server yang isinya mengatakan bahwa alamat tujuan kita tidak ditemukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s