Sekitar Kita

Pusing dan Mual Setelah Berputar-Putar? Ini Sebabnya!

Sakit Kepala

Ilustrasi – Mengapa ya kita merasa pusing dan kepingin muntah setelah berputar-putar? (gambar: FreeImages.com)

SainsMe – Pernahkah kalian merasa pusing dan sulit berdiri tegak setelah melakukan gerakan berputar-putar? Rupanya hal tersebut terjadi karena otak kita menerima sinyal yang salah!

Jadi lebih baik kita cari tahu terlebih dahulu bagaimana kita bisa tetap berdiri tegak dengan seimbang. Organ yang bertanggung jawab membuat tubuh kita tetap seimbang ada di dalam telinga kita.

Yap, jadi ternyata telinga tidak hanya berperan sebagai indra pendengar, tetapi juga bertugas menjaga keseimbangan tubuh. Bagaimana cara kerjanya?

Di dalam telinga kita terdapat 3 buah saluran yang bernama Semicircular Canal. Nah kanal ini masing-masing berisi cairan yang dikenal dengan cairan koklea, sebab memang berasal dari organ bernama koklea (rumah siput).

Karena bentuknya cair, maka cairan koklea ini sangat peka terhadap gerakan. Contohnya apabila kita memiringkan kepala, atau saat kita berjalan di jalanan yang menanjak, kanal-kanal di dalam telinga juga akan miring, yang menyebabkan cairan koklea mengalir ke ujung kanal. Di ujung kanal ada lagi bagian yang bernama cupula.

Cupula bertanggung jawab mengirimkan sinyal melalui saraf keseimbangan dan memberitahu otak bahwa tubuh kita sedang berada dalam kondisi miring, sehingga otak bisa memerintahkan tubuh untuk menyesuaikan diri, sehingga kita bisa tetap berdiri.

Nah, sekarang mari kita bahas mengenai gerakan berputar-putar. Saat kita berputar, cairan koklea juga mengikuti putaran tubuh kita. Cupula segera mengirimkan sinyal ke otak untuk menyesuaikan diri, sehingga kita akan melihat lingkungan sekitar kita lah yang bergerak, padahal sebenarnya tidak.

Apabila kita berhenti secara mendadak, cairan koklea akan tetap bergerak di dalam kanal semisirkular, sehingga otak menganggap kita masih berputar.

Akibatnya, kita tetap melihat lingkungan di sekitar kita masih berputar sehingga tubuh kita menjadi tidak seimbang dan selalu terjatuh.

Solusinya, duduklah untuk beberapa saat. Hal ini akan meberikan cukup waktu bagi cairan koklea untuk kembali berada dalam kondisi semula dan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sudah dalam posisi diam. Sehingga otak juga akan segera mengirimkan sinyal ke tubuh untuk menyeimbangkan diri.

Info Tambahan

Berdasar pada cara kerja dan lokasi organ keseimbangan inilah, pada hampir semua cabang ilmu bela diri selalu menyarankan untuk menyerang organ di sekitar telinga lawan. Dengan cara ini, petinju yang paling tangguh sekalipun akan kesulitan mempertahankan keseimbangan tubuhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s