Mengapa Ngengat Doyan Makan Pakaian?

Mengapa ngengat doyan makan pakaian kita?
Mengapa ngengat doyan makan pakaian kita?

SainsMe – Pernahkah kalian mendapati pakaian yang tersimpan di lemari tiba-tiba menjadi berlubang-lubang? Bisa jadi itu adalah ulah ngengat. Mengapa ngengat doyan memakan pakaian-pakaian kita? Kalau penasaran, yuk simak penjelasannya.

Ngengat yang memakan pakaian bukanlah ngengat dewasa. Ngengat pakaian (Tineola bisselliella) hanya memiliki mulut pada waktu berbentuk larva atau ulat yang biasanya hanya berlangsung dari umur dua minggu hingga satu bulan. Mula-mula, ngengat betina akan menempatkan sejumlah telur yang telah dibuahi ke pakaian yang ia anggap tepat untuk keturunannya nanti. Pakaian seperti apakah yang ia anggap tepat? Pakaian yang terbuat dari sutra, wol, atau bahan-bahan yang mengandung keratin. Jumlah telur yang diletakkan disana berkisar antara 50 hingga 1000 butir. Wow, banyak juga ya. Setelah telur-telur itu menetas, maka larva-larva ngengat itu akan mulai menggerogoti pakaian.

Telur ngengat sengaja diletakkan pada pakaian yang terbuat dari serat hewan, sutra, wol, kasmir, bulu, atau bahan-bahan lain yang mengandung keratin. Keratin tersusun dari protein struktural berserat yang juga dapat ditemukan pada rambut dan kulit. Oleh karena itu, kadang-kadang ngengat juga akan memakan kulit, bulu, atau gulungan rambut manusia dan hewan.

Larva ngengat tidak menyukai kain sintetis dan katun karena kain sintetis dan katun tidak mengandung keratin. Karenanya, biasanya pakaian kita yang terbuat dari kedua bahan itu aman dari serangan ngengat, kecuali jika kedua bahan itu mengandung campuran serat hewan. Larva ngengat pakaian berbeda dengan ngengat lain, mereka membenci sesuatu yang terang dan lebih suka bersembunyi di dalam lemari tempat mereka diam-diam menyimpan larva mereka pada pakaian yang cocok. Tahukah kamu, bagaimana cara mengusir ngengat pakaian dari lemari kita? Tentu saja dengan memasang lampu di dalam lemari.

Related Post

Misteri Dibalik Sengatan Ubur-Ubur Banyak orang yang takut memegang atau menemui ubur-ubur. Mengapa demikian? ...
Mengenal Feromon, Alat Komunikasi Semut yang Super Cang... Semut memiliki sebuah sistem komunikasi yang sangat canggih! Sistem ini mem...
Mengintip Proses Terbentuknya Mutiara Mutiara menyimpan keunikan tersendiri bagi para pemburu perhiasan. Material...
Berkenalan dengan Mike, si Ayam Tanpa Kepala Pernahkah kamu mendengar kisah tentang ayam yang bisa hidup tanpa kepala? K...
#TanyaSains: Apakah Hewan bisa Menangis? Mau tanya, apakah hewan-hewan juga bisa menangis seperti manusia? Jika iya,...
Anjing Basenji, Anjing yang tak bisa Menggonggong Ada anjing yang tidak bisa menggonggong, yaitu Anjing Basenji. Lalu bagaima...
Tikus Ternyata Doyan Makan Sabun! Kenyataannya, tikus hampir selalu ada di setiap rumah dan bisa memakan apap...