Pemanis Buatan, Aman gak Sih?

Sebenarnya aman atau tidak sih mengonsumsi pemanis buatan? (Foto: getache.com)
Sebenarnya aman atau tidak sih mengonsumsi pemanis buatan? (Foto: getache.com)

SainsMe – Siapa yang tidak kenal dengan pemanis buatan. Rata-rata pemanis buatan memberikan keuntungan tersendiri bagi penderita diabetes karena menawarkan rasa manis yang rendah kalori. Meski demikian, saat ini pemanis buatan juga banyak digunakan untuk berbagai produk makanan.

Tetapi, dibalik keuntungannya yang rendah kalori itu, banyak yang mengatakan bahwa pemanis buatan memiliki efek yang buruk bagi kesehatan. Hmm, jadi bingung nih, sebenarnya pemanis buatan itu aman atau tidak sih?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita kenali dulu apa itu yang disebut pemanis buatan. Dari namanya, sebenarnya sudah jelas bahwa pemanis buatan adalah pemanis yang bukan berasal dari gula alami (sukrosa, glukosa, fruktosa, dll), melainkan dihasilkan dari suatu reaksi kimia tertentu.

Ada banyak jenis dari pemanis buatan ini. Salah satu jenis pemanis buatan ini adalah aspartam, yang dihasilkan dari reaksi dua asam amino, yaitu fenilalanin dan asam aspartat. Jenis lain yang juga umum dikenal antara lain sakarin dan sukralosa.

Rata-rata pemanis buatan tersebut jauh lebih manis dari gula, bisa mencapai 100-200 kali lebih manis dari gula alami.

Kebanyakan pemanis buatan itu juga tidak dimetabolisme oleh tubuh, sehingga tidak menghasilkan kalori. Pengecualian untuk aspartam yang masih dapat dimetabolisme oleh tubuh, sehingga masih menghasilkan kalori dalam jumlah sedikit.

Lalu apakah pemanis buatan ini aman bagi tubuh kita?

Jawaban standar untuk pertanyaan semacam ini adalah, aman selama tidak berlebihan. Pada umumnya, pemanis buatan ini memang hanya diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan diet kalori, misalnya penderita diabetes.

Bagaimana dengan dampak lainnya, seperti dapat menyebabkan kanker dan penyakit lainnya?

Sampai saat ini masih banyak peneliti yang berusaha menemukan jawabannya. Yang jelas, tiap jenis pemanis buatan sudah memiliki takaran aman masing-masing.

Jadi, memang seharusnya pemanis buatan ini tidak dikonsumsi secara berlebihan, apalagi kalau kamu bukan termasuk orang yang butuh diet kalori.

Related Post

Kertas Menguning, Tanya Kenapa? Kok bisa ya kertas yang sudah lama warnanya akan berubah menjadi kekuningan...
Bagaimana Jagung bisa Menghasilkan Gula? Memang sih, ada jenis jagung yang manis, tetapi rasa manisnya tidaklah sema...
Mengenal MSG dan Bahayanya bagi Tubuh MSG atau yang sering disebut penyedap rasa, vetsin, atau micin itu saat ini...
Begini Cara Sabun Mengangkat Kotoran Sabun sering kamu gunakan untuk membersihkan berbagai benda. Mulai dari pak...
Mengenal Cara Kerja Silika Gel, Si Penyerap Lembab Silika gel sangat berpori dan dapat menyerap kelembaban di sekitarnya sehin...
Ini dia Wanita Pertama Penerima Nobel Pada awal penghargaan nobel bergulir, penerima penghargaan ini didominasi o...
Menengok Cara Kerja Baterai Kebanyakan dari barang-barang elektronik di sekitar kita hanya memerlukan b...