Sehatnya Makan Telur Burung Unta

Wow, besarnya telur burung unta!
Wow, besarnya telur burung unta!

SainsMe – Sehari-hari kita sering makan telur ayam baik itu digoreng, direbus, maupun diolah dengan bahan makanan lainnya. Pernahkah kamu kepikiran untuk makan telur burung unta? Mungkin sedikit aneh, tapi sebenarnya bisa gak sih kita makan telur burung unta?

Jawabannya adalah bisa, bukan hanya bisa dan boleh dimakan, telur burung unta juga sangat enak, sangat sehat. Telur burung unta memiliki kandungan magnesium dan zat besi lebih banyak, serta kolesterol dan lemak jenuh lebih sedikit dibandingkan dengan telur ayam dengan ukuran yang setara. Namun, telur burung unta hanya mengandung sedikit vitamin A dan E serta sedikit seng, tapi itu bukan suatu masalah jika telur burung unta digunakan untuk diet.

Berat telur burung sekitar 1.4 kilogram atau sama dengan dua lusin telur ayam. Dengan kandungan 2000 kalori lebih dalam satu telur burung unta, perlu 15 orang dewasa dalam keadaan lapar untuk menghabiskannya. Kesulitan dalam pengolahan telur burung unta adalah saat membuka cangkangnya, kemungkinan dibutuhkan bantuan bor listrik untuk memecahnya. Selain itu, untuk merebusnya pun butuh waktu yang cukup lama yaitu sekitar 90 menit! Tertarik mencoba?

Related Post

Mengenal Louis Pasteur Seorang ahli kimia dan mokrobiologi asal Perancis ini telah membuat berbaga...
Apakah Rambut Bisa Tumbuh Terus Hingga Tak Terbatas? Kalau kita tidak memotong rambut selama puluhan tahun, apakah rambut kita b...
Mengenal MSG dan Bahayanya bagi Tubuh MSG atau yang sering disebut penyedap rasa, vetsin, atau micin itu saat ini...
Kisah Terbentuknya Sel Kanker Kanker. Penyakit menakutkan ini sudah lama menjadi momok bagi banyak orang....
Karbohidrat, Sumber Energi Utama Bagi Tubuh Sebagai orang Indonesia, makanan pokok kita adalah nasi. Selain itu kita ju...
Alexander Fleming, Penemu Antibiotik Pertama di Dunia Suatu hari, Fleming melakukan penelitian menggunakan bakteri Staphylococcus...
#TanyaSains: Mengapa Lari-Lari Bikin Capek dan Haus? Dear SainsMe, Saya penasaran, nih.. Kenapa kalau kita lari-lari selalu biki...