Serba Serbi Cegukan

Ilustrasi
Ilustrasi

SainsMe – Sedang enak-enaknya menikmati makanan pedas favorit, eh tiba-tiba cegukan! Cegukan ┬ámemang kadang datang secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas kita. Sebenarnya kenapa kita sih bisa cegukan? Apakah cegukan itu normal? Tenang saja, cegukan bukanlah gejala penyakit berbahaya jika hanya berlangsung sementara.

Cegukan terjadi karena adanya gangguan pada organ-organ yang terletak di dekat diafragma (otot yang membatasi rongga dada dengan rongga perut). Jika ada rangsangan mendadak dan cukup kuat yang menyebabkan organ-organ yang melibatkan saraf frenikus (saraf yang berperan dalam pengontrolan diafragma), maka saraf ini akan merangsang kontraksi diafragma kemudian menyebabkan cegukan. Ketika kita menarik nafas, udara yang masuk paru-paru akan dikeluarkan dengan cepat dan secara tiba-tiba karena adanya kontraksi otot diafragma. Kemudian, udara yang dikeluarkan ini akan membentur epiglottis (katup saluran pernafasan) yang sedang menutup sehingga muncullah suara khas orang cegukan. Cegukan cenderung terjadi ketika kadar karbon dioksida dalam darah turun drastis. Cegukan atau istilah medisnya singultus dapat muncul karena makan makanan pedas, makan terlalu cepat atau terlalu banyak, minum minuman berkarbonasi, perubahan suhu yang tiba-tiba, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas atau sebaliknya, tertawa atau batuk terlalu keras, merokok, stres, atau karena gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Bagaimana cara mengatasi cegukan? Ada banyak cara, di antaranya dengan menahan napas, karena dengan menahan napas maka kadar karbondioksida di dalam darah akan meningkat, sehingga akan menekan aktivitas saraf di otak yang bertanggung jawab atas terjadinya cegukan. Cara lain dengan bernafas di dalam kantong kertas atau plastik, tarik dan buang nafas di dalam kantong tertutup selama kurang lebih satu menit. Cara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kadar karbondioksida dalam darah. Menelan satu sendok teh gula pasir kering juga dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diduga, gula di dalam mulut akan mengirimkan sinyal melalui serabut saraf yang akan mengganggu lengkung refleks cegukan.

Namun, cegukan juga bisa jadi pertanda penyakit serius seperti radang di perut, penyakit ginjal, masalah pada hati, tumor di batang otak, gejala stroke, dan infeksi di susunan saraf pusat jika tidak dapat diatasi dengan cara-cara yang sederhana. Nah, kalau sudah begini, cegukan dapat diatasi dengan bantuan obat, tentunya dengan rekomendasi dari dokter sebelumnya.

Related Post

#TanyaSains: Mengapa Kaki Sering Kesemutan? Hello admin, tanya dong. Kaki sering banget terasa dingin dan kesemutan. Ki...
Rahasia Berjalan di Atas Api Tanpa Terluka Atraksi berjalan di atas bara api menarik karena membuat para penonton pena...
Mandi Malam Hari Bikin Rematik? Ah Kata Siapa Pernah dilarang orang tua mandi malam-malam karena katanya dapat menyebabka...
Kuda Laut Jantan, Hewan yang Melahirkan Keturunannya Kuda laut memiliki keunikan sendiri yang tidak sama dengan hewan dari kelu...
#TanyaSains: Apa Bahaya dan Manfaat Minum Kopi? Dear SainsMe, Saya ini pecandu berat kopi. Adakah batasan atau bahaya minum...
Trombosit, Si Keping Pembeku Darah Saat kamu atau temanmu terkena demam berdarah, salah satu hal yang banyak d...
Obat Tradisional, Dari Jamu sampai Fitofarmaka Obat tradisional, oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dibagi lagi m...