#TanyaSains: Apa Bahayanya Kebiasaan Menggigit Kuku?

Saya ingin bertanya. Apa penyebab seseorang semacam ‘kecanduan’ untuk menggigit-gigit kukunya? Dan apakah berbahaya?

Terima kasih.

~ Anomim

Menggigit Kuku
Kebiasaan menggigit-gigit kuku berbahaya tidak sih? (Gambar: freeimages.com)

SainsMe – Well, kebiasaan menggigit kuku memang sudah menjadi bahan pembicaraan para ahli psikologi sejak dahulu. Kebiasaan menggigit kuku dalam dunia medis dikenal dengan sebutan “onychophagia“.

Lalu apa kesimpulannya?

Jawabannya adalah, belum ada kesepakatannya. Beberapa ahli meyakini hal ini berkaitan dengan sesuatu yang dipicu oleh kondisi emosional tertentu, seperti kecemasan yang berlebih, perasaan kesepian, sedih, atau frustasi.

Namun pendapat ini rupanya belum bisa dibuktikan. Sebab pada kenyataannya banyak orang yang sangat sehat kondisi mental psikologinya juga masih melakukan kebiasaan ini. Bahkan pada saat mereka sedang dalam keadaan santai, tidak sedang stres atau cemas.

Lalu bagaimana sebenarnya?

Hal yang paling masuk akal adalah karena setiap manusia punya kegiatan andalan ketika tangan sedang tidak ada kegiatan, atau otak sedang dalam keadaan ‘diam’. Memang terdengar aneh, tapi coba saja perhatikan, mulai dari diri sendiri. Ada orang yang setiap tangannya menganggur, secara tidak sadar bermain-main dengan kancing baju, memilin rambut, mengelus dagu, atau yang lainnya. Nah, termasuk juga menggigit kuku.

Orang-orang ini tidak pernah melakukan hal tersebut dengan sengaja. Seperti terjadi dengan otomatis.

Sebuah penelitian di Amerika mengatakan bahwa sebanyak 60% anak-anak suka menggigit kuku. Pada umumnya kebiasaan ini akan terhenti setelah menginjak usia 18. Nah, untuk beberapa orang rupanya kegiatan ini sulit dihentikan dan terbawa hingga dewasa.

Apakah berbahaya?

Memang tidak ada bahanya secara khusus. Namun perlu dicatat beberapa hal di bawah ini:

  1. Kulit di sekitar kuku akan mudah rusak, terluka dan infeksi, karena pada umumnya ikut tergigit.
  2. Kegiatan ini memperbesar kemungkinan masuknya virus dan bakteri dari kuku ke mulut, sehingga semakin mudah terserang flu dan penyakit menular lain.
  3. Bisa merusak gigi, biasanya menjadi tidak teratur dan tidak rata.

Nah, begitu kira-kira. Jadi sebetulnya kebiasaan ini tidak terlalu berbahaya, namun biasanya memang membuat teman-teman di sekitarnya menjadi tidak nyaman ya.

Related Post

#TanyaSains: Mengapa Lari-Lari Bikin Capek dan Haus? Dear SainsMe, Saya penasaran, nih.. Kenapa kalau kita lari-lari selalu biki...
#TanyaSains: Mengapa Kita Meneteskan Air Liur Saat Menc... Mengapa saat kita mencium aroma makanan, bisa membangkitkan selera makan da...
Sehatnya Makan Telur Burung Unta Pernahkah kamu kepikiran untuk makan telur burung unta? Mungkin sedikit ane...
Mengapa Kita Jadi Mengantuk Setelah Makan? Banyak orang mengeluhkan merasa mengantuk setelah makan. apakah kamu juga p...
#TanyaSains: Kenapa Daun Putri Malu Mengatup Saat Disen... Mengapa ya daun putri malu selalu mengatup setiap kita menyentuhnya?
#TanyaSains: Mengapa Wajah Kita Memerah Saat Merasa Mal... Mengapa saat kita malu wajah kita memerah, dan mengapa kita bisa merasakan ...
#TanyaSains: Ketika Seseorang Mengatakan “Seranga... Apa itu serangan jantung, dan bagaimana bisa terjadi?