#TanyaSains: Apakah Benar di Luar Angkasa Sangat Dingin?

Saya mau nanya, katanya kalau di luar angkasa (ruang hampa) itu dingin, bagaimana penjelasannya? Kalau benar seperti itu bagaimana panas dari matahari bisa terasa di Bumi/planet saja?

Julio Mukhlishin – @juliomukhlishin

Benarkah di Luar Angkasa Dingin
Apakah benar di luar angkasa suhunya sangat dingin? (Gambar: Pixabay.com)

SainsMe – Halo Julio, pertanyaan yang bagus. Apakah di luar angkasa sangat dingin? Jawabannya adalah iya. Sekaligus tidak. Nah, bingung kan?

Jika kita berbicara tentang panas dan dingin, kita juga harus ingat bagaimana panas bisa berpindah tempat. Ya, dengan tiga cara: konduksi, konveksi, dan radiasi. Ayo kita penyegaran sedikit.

Jika kita membakar ujung sendok logam dan menyentuh ujung satunya lagi, pasti jadi ikut panas. Itu adalah perpindahan secara konduksi.

Di siang hari yang panas, saat kita berteduh di bawah atap seng, kita tetap merasakan udara panas itu. Itu perpindahan secara konveksi.

Nah, satu lagi adalah perpindahan secara radiasi. Perpindahan panas jenis ini tidak membutuhkan perantara, bisa melalui ruang hampa, dan pada umumnya disertai cahaya. Mungkin ini bisa menjelaskan bagaimana panas dari matahari bisa sampai di Bumi, melewati ruang hampa dengan cara radiasi.

Kembali ke suhu di luar angkasa. Jika kita berada di luar angkasa, misal sedang dalam misi penerbangan antariksa, kita akan terpapar panas dari matahari hingga suhu 150 derajat Celsius! Lebih panas dari air yang sedang mendidih. Para astronot yang sedang bertugas juga harus mengenakan perlengkapan khusus untuk mengantisipasi panas ini.

Tapi, jika kamu tidak sedang terkena radiasi matahari secara langsung, walaupun hanya berlindung di balik sayap pesawat, suhunya akan langsung turun hingga minus 200 derajat! Wow!

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas bahwa panas adalah energi yang muncul dari gesekan dan gerakan molekul. Sedangkan di luar angkasa tidak ada apa-apa, tidak ada molekul yang bergesek, tidak ada energi yang dilepaskan. Jadi panas yang kita terima akan dilepaskan begitu saja.

Sedangkan mengapa panas di Bumi bisa disimpan hingga malam hari? Nah, itulah tugas atmosfer. Lapisan penting yang satu ini bertugas menjaga dan menyimpan panas di permukaan bumi. Sehingga kita tetap merasa hangat walaupun sedang tidak terkena matahari.

Namun sayang, lapisan atmosfer sedang rusak belakangan ini karena banyak faktor, salah satunya dari perilaku kita sendiri.

Ok, Julio, jika masih ada yang ditanyakan, jangan ragu-ragu untuk meninggalkan komentar.

Related Post

Rahasia Benda Tampak Bergelombang Saat Udara Panas Kamu yang sering melihat film kartun atau fiksi pasti pernah menemukan adeg...
Penyebab Lubang Pada Ozon Ozon berfungsi melindungi bumi dari serangan cahaya ultraviolet atau radias...
15 Februari, Asteroid Sebesar Lapangan Bola Melintasi B... Para ilmuwan NASA yakin bahwa asteroid yang diberi nama 2012 DA14 ini akan ...
Mengenal Sekilas Fungsi Satelit Satelit merupakan obyek buatan manusia yang mengorbit bumi dan mengumpulkan...
Mengapa Bintang Tampak Berkedip? Pernahkah kamu melihat sebuah koin di dasar kolam renang? Koin tersebut tam...
Sekilas Tentang Abu Vulkanik Ketika gunung berapi erupsi, hujan abu vulkanik seringkali menjadi suatu ha...
Hal-hal yang layak diketahui seputar galaksi Bima Sakti Sejauh yang bisa diteliti dan diukur dengan detail oleh manusia, terdapat t...