#TanyaSains: Mengapa Ada Hewan yang Beraktivitas Hanya di Malam Hari?

SainsMe, mengapa kelelawar dan burung hantu hanya beraktivitas di malam hari? Kemana mereka pergi saat siang?

Bella

Kucing Malam
Tahukah kalian, bahwa sebenarnya kucing adalah binatang nocturnal! (Gambar: Pixabay.com)

SainsMe – Wah seru juga pertanyaan kamu. Memang beberapa jenis hewan hanya akan melakukan aktivitas mereka pada malam hari. Tentu saja di siang hari mereka kembali ke sarang dan tidur, mempersiapkan tenaga untuk malam berikutnya.

Aktivitas di malam hari yang dilakukan tentu saja berkaitan dengan keperluan untuk bertahan hidup. Mencari mangsa, berkembang biak, dan lainnya. Tapi mengapa mereka tak melakukannya saat siang saja?

Untuk diketahui, hewan yang beraktivitas di malam hari dinamakan dengan hewan nokturnal (nocturnal). Hewan nokturnal ini meliputi burung hantu, kelelawar, kucing hutan, babi hutan, beberapa jenis ular, rakun, serigala abu-abu, dan hewan lainnya.

Banyak pendapat mengenai hal ini. Karena sebagian besar binatang tersebut telah menjalani gaya hidup nokturnal sejak dahulu kala. Namun penjelasan yang paling masuk akal buat kita, adalah jika semua makhluk hidup melakukan aktivitas pada siang hari, maka bumi akan lebih sesak.

Makanya beberapa jenis hewan memilih untuk beraktivitas di malam hari. Untuk mendapatkan ruang yang lebih lega.

Yang lebih pasti, tentu saja ini berkaitan dengan predator. Beberapa jenis hewan yang termasuk serangga dan hewan melata memilih keluar pada malam hari karena mereka menghindari predator.

Tapi tetap saja pada akhirnya para predator mengikuti mereka beraktivitas di malam hari, seperti burung hantu dan serigala. Terlepas dari hal tersebut, malam hari yang gelap memberikan perlindungan yang lebih. Lebih mudah bersembunyi dan meloloskan diri.

Beberapa hewan memilih malam hari adalah karena mereka memang menghindari sinar matahari yang panas dan bisa merusak jaringan tubuh mereka.

Hewan-hewan nokturnal tersebut beradaptasi dengan lingkungan malam yang gelap. Sehingga indera mereka juga menjadi lebih terlatih.

Ular bisa merasakan panas tubuh mangsanya, burung hantu dan kucing memiliki penglihatan yang sangat tajam di malam hari. Dan kelelawar memiliki sensor gelombang yang sangat luar biasa, membuat mereka tak bisa menabrak walapun terbang sangat cepat di kegelapan.

Bagaimana, sudah punya gambaran kan mengapa hewan-hewan nokturnal lebih nyaman beraktivitas pada malam hari?

 

Tantangan

Menurut kalian, jika manusia hidup di malam hari (menjadi nokturnal) untuk waktu yang lama, sekitar dua atau tiga tahun berturut-turut, mungkinkan indera dan tubuh manusia tersebut bisa beradaptasi dan jadi lebih tajam?

Atau justru malah rusak? Coba pikirkan.

Related Post

#TanyaSains: Untuk Apa Lebah Menghasilkan Madu? Halo SainsMe. Saya ingin bertanya, sebenarnya untuk apa sih lebah menghasi...
Yuk, Membaca Arti Ekspresi Wajah Simpanse Jika dibandingkan otot wajah manusia yang berjumlah sekitar 43 otot, simpan...
Mengapa Gajah Tidak Bisa Melompat? Tahukah kalian, gajah dewasa sama sekali tak bisa melompat lho. Kira-kira a...
Anjing Basenji, Anjing yang tak bisa Menggonggong Ada anjing yang tidak bisa menggonggong, yaitu Anjing Basenji. Lalu bagaima...
Mengapa Ada Burung yang Bisa Bicara Seperti Manusia? Kita tahu beberapa jenis burung seperti beo, kakatua, dan betet bisa meniru...
Mengupas Mitos Sembilan Nyawa Kucing Pernah dengar mitos yang bilang bahwa kucing punya sembilan nyawa? Iya, kar...
Mengenal Feromon, Alat Komunikasi Semut yang Super Cang... Semut memiliki sebuah sistem komunikasi yang sangat canggih! Sistem ini mem...